Sumedang.mediagempar.web.id – Kepala Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Ujang Supriatna, S.Pd mengatakan, Pandemi Covid -19 (corona) masih terus melanda Negeri kita tercinta ini, malah intensitas cenderung meningkat tajam, membuat kita tidak bisa merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 76 seperti 3 (tiga) tahun lalu sebelum datangnya virus mematikan ini.
“Dulu setap merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, begitu meriah terutama di pedesaan, ditingkahi arak-arakan berbagai kesenian rakyat, panjat pinang, lomba balap karung dsb,” ujarnya pada mediagempar.web.id, di ruang kerjanya, Senin (16/8/2021).

Menurut Kang Ujang, begitu ia akrab disapa, saat ini masyarakat harus rela merayakan hari Kemerdekaan yang jatuh pada pada Hari Selasa besok 17 Agustus 2021 tanpa melibatkan kerumunan massa, upacara bendera pun dibatasi paling banyak 70 orang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, juga kegiatan masyarakat Desa Sindulang dengan kegiatan positif melalui kerja bakti berupa peleburan mesjid di beberapa (sebagian) RW dan pemberian sembakau pada tiap – tiap RW, dananya swadaya murni dari masyarakat, bukan dari desa.
“Kami membangun partisipasi, dan kepedulian pada seluruh masyarakat Desa Sindulang untuk bahu-membahu, gotong-royong melakukan kegiatan positif dan bermanfaat bagi orang banyak yang dilakukan sejak 10 Agustus 2021 hingga kini,”ujarnya.
Jujur saja, karena saya Kepala Desa baru demikian kata Kang Ujang, masih beradabtasi dengan lingkungan pemerintahan Desa, latar belakang saya sebagai pendidik (guru), kemudian terakhir atau pensiun dari Kepala Sekolah di SD Dampit 2, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung beberapa bulan kebelakang.
Desa Sindulang imbuhnya, jumlah dusun sebanyak 4, RW 9, dan RT 34.
Ditanya ikhwal bantuan yang diterima selama menjabat sebagai Kepala Desa Sindulang, dia mengatakan, bantuan dari pusat seperti Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN perencanaan Tahun 2020 diimplementasika sesuai RAPBDES, era Kepala Desa sebelum saya menjabat. Dia, hanya melaksankan yang realisasi sekarang, Tahun 2021 baru pencairan termen pertama (tahap satu) dialoksikan baik untuk fisik maupun non fisik dan sudah diimplementasikan, termen kedua kira- kira cair bulan September tahun 2021.
” Cita -cita atau harapan saya sebelum terpilih jadi Kepala Desa Sindulang ingin memajukan berbagai bidang pembangunan, terutama pembangunan pertanian mengingat Desa Sindulang adalah Desa terpencil yang wilayahnya daerah pertanian berupa ladang (kebun), tapi mayoritas petaninya buruh tani, bukan tani berdasi atau tuan tanah,” bebernya.
Dalam benak saya, terang suami dari Nurul Ismaya Wati ini, bagaimana petani itu mandiri, berguna dan berdayaguna dan sejahtra. Hal itu akan terwujud manakala insfrastruk atau jalan bagus ke wilayah pertanian memadai, ekonomi mereka akan terdongkrak, trasportasi biaya hasil pertanian murah, dan bisa dijangkau dengan kendaraan roda 4 (empat).
Lebih lanjut Kang Ujang mengatakan, dirinya sekarang sudah menjabat sebagai Kepala Desa, jujur saja pihaknya sangat berhap bantuan – bantuan pemerintah baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Sumedang.
“Insyaallah saya juga akan merapat terhadap Dinas- Dinas yang mempunyai kebijakan terkait dengan kemajuan pembangunan di Desa Sindulang, karena memang desa kami dianggap desa terpencil di daerah Sumedang, kemudian masih banyak yang perlu kita bangun baik fisik disini, ada pengembangan masalah SDM, sebab kunci utama keberhasilan pembangunan adalah kualitas Sumber Daya Manusi (SDM),”ungkapnya.
Selama 7(tujuh) bulan menjabat Kepala Desa, masih menurut Kang Ujang, alhamdulillah sudah mendapatkan respon, Kemarin Ketika ada Monep dari kementerian Pak Kapus dari Pak Kadis Pertanian Sumedang dan provinsi, alhamdulillah responnya bagus, baik sekali saya sangat gembira karena keluhan masyarakat itu tentang perjalanan pertanian karena itu ada keluhan mengenai BOP itu cukup besar. Apalagi harga sayur – mayur yang tidak menetap.
“Saya akan buat proposal sekarang, karena anjuran dari Pakapus mudah mudahan itu bisa di realisasi kan di tahun 2022. Itu harapan saya, tentu tergantung dengan kondisi kas negara,” ujarnya seraya mengatakan, tapi alhamdulillah responsip nya bagus. (Kang Baden).






