Cirebon. Mediagempar.web.id- Masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, kondisi arus lalu lintas di jalur arteri Cirebon terus menunjukan kepadatan yang cukup signifikan. Bahkan pada Sabtu 27 Desember 2025, sejak pagi kepadatan kendaraan mulai tampak, terutama dari arah Jakarta dan Bandung menuju Jawa Tengah. Antrian kendaraan cukup padat mengular terjadi di sejumlah titik, seperti di perempatan Pasar Pesalaran Plered dan Bundaran Kedawung Kabupaten Cirebon. Petugas yang berada di Posko Nataru di kedua titik tampak sibuk mengatur arus lalu lintas.
Sementara itu, kondisi cuaca di Kota dan Kab Cirebon dalam beberapa hari terakhir kurang bersahabat. Terutama siang menjelang sore, hujan deras dan angin kencang masih kerap terjadi. Seperti pada Jumat 26 Desember 2025 sorw, akibat hujan deras dan angin kencang, satu unit kendaraan tertimpa pphon di Jl Sudirman Kec Harjamukti Kota Cirebon.
Petugas gabungan yang tiba di lokasi segera melakukan pemotongan batang pohon menggunakan gergaji mesin (chainsaw). Berkat kerja sama yang apik antara Kepolisian, BPBD, serta unsur kelurahan dan kecamatan, material pohon berhasil disingkirkan ke bahu jalan untuk membuka kembali akses kendaraan.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tercatat sejumlah kerugian materiil, di antaranya.Satu unit kendaraan,Toyota Yaris berwarna oranye (Nopol E 1644 NI) mengalami kerusakan penyok pada bagian kap depan Satu warung pedagang kaki lima di sekitar lokasi mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa batang pohon.
Kapolsek Cirebon Selatan Timur, AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H., mengonfirmasi bahwa jalur sudah dapat dilalui sepenuhnya pada pukul 16.25 WIB. ”Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak bersama BPBD dan unsur terkait untuk mengevakuasi pohon tumbang agar tidak membahayakan masyarakat. Alhamdulillah, berkat kerja cepat bersama, situasi dapat segera dikendalikan dan arus lalu lintas kembali normal,” ujar AKP Juntar.
Kepolisian mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk tetap waspada dan berhati-hati saat berkendara di tengah cuaca ekstrem, terutama saat melintasi jalur yang memiliki pepohonan rimbun., pungklasnya., *(Red)




