UIN SGD Raih Rekor MURI, Pengukuhan Gubes Terbanyak di PTKIN

  • Whatsapp

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag RI, Prof Muhammad Ali Ramdhani, menegaskan, para guru besar UIN SGD Bandung harus produktif, di antaranya membuat karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal-jurnal bereputasi nasional dan internasional.

Bandung, mediagempar.web.id – Penegasan itu disampikan pada acara Pengkuhan 13 guru besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (25/11/2020). Pengukuhan, yang digelar secara daring dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube ini, menerima Piagam Penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia No.9742/R.MURI/XI/202 karena Pengukuhan Guru Besar Terbanyak di Perguruan Tinggi Keagamaan.

Ke-13 profesor ini dikukuhkan oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Mahmud, melalui sidang senat terbuka; didampingi Ketua Senat Universitas Prof Nanat Fatah Natsir; dihadiri Dirjen Pendis Prof Muhammad Ali Ramdhani; Direktur Diktis, Prof Suyitno; dan keluarga masing-masing guru besar.

Ali Ramdhani menjelaskan, ada episentrum peradaban di UIN SGD Bandung. Bukan pencapaian yang instan, tetapi diperoleh secara kerja keras dalam mengisi ruang-ruang literasi, melalui kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan fisik, dan kecerdasan spiritual.

“Setelah menjadi guru besar jangan berhenti belajar, terus berkarya, jangan kalah oleh mahasiswa, malu dong. Saya mendengar, ada 70 artikel mahasiswa semester satu tembus publikasi ilmiah melalui konferensi internasional,” ungkap Ali.

Ia tak lupa mengucapkan selamat untuk seluruh profesor. Selalu berhati-hati karena ucapan akan menjadi ilmu dan tindakan pasti menjadi contoh. “Jangan berhenti belajar. Sebab berhenti belajar adalah kematian yang hakiki,” pesan Ali, didampingi Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Prof Suyitno.

Ke-13 guru besar itu adalah Prof Subandi (Ilmu Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Sains dan Teknologi), Prof Hj Ulfiah (Ilmu Psikologi Konseling, Fakultas Psikologi); Prof Yadi Janwari (Ilmu Ekonomi Islam, Fakultas Syariah dan Hukum); Prof Nana Herdiana Abdurrahman (Ilmu Manajemen, Fakultas Syariah dan Hukum); Prof Ah Fathonih (Ilmu Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum); Prof Koko Komaruddin (Ilmu Tafsir, Fakultas Syariah dan Hukum).

Prof Sahya (Ilmu Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik); Prof Endah Ratnawaty Chotim (Ilmu Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik); Prof Badruzzaman M Yunus (Ilmu Tafsir, Fakultas Ushuludin); Prof Tedi Priatna (Ilmu Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan); Prof Jaja Jahari (Ilmu Administrasi Pendidikan, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan); Prof Ahmad Ali Nurdin (Ilmu Politik Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik); Prof Fauzan Ali Rasyid (Ilmu Politik Hukum Islam, Fakultas Syariah dan Hukum). ( Sighar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *