Garut.mediagempar.web.id- Nyaris tersentak kaget dan seakan disamber petir di siang bolong menyikapi dan mencermati statemen Bupati Garut Ruddy Gunawan sebagaimana dilansir salah satu media digital lokal, Rabu (16/12/2020) dinilai kontra produktif, artinya antara ucapan dan tindakan Bupati Ruddy ditenggarai tidak konsisten faktanya telah mencidera 8 poin yang sudah disepati. Demikian ungkap Ketua KNPI Kecamatan BL.Limbangan Devi Fahrurozi, S.Pdi, Selasa (22/12/2020).
“Bupati Ruddy melalui pesan what app mengatakan, mereka siap dengan komitmen itu. Dan dia menjamin 8 point itu dilaksanakan, tapi sekarang komitmennya berubah( sebaliknya) dengan dalih ada penolakan dari pihak Cijolang yang ingin mengajukan yang sama. Masyarakat Cijolang yang mana ?” gugat Devi.
Menurut Devi, kenapa Bupati Ruddy tidak konsisten. Ada apa dan mengapa ? Jangan- jangan masuk angin.
Sungguh disesali tandas Devi, bahwa audensi tanggal 18 Agustus 2020 yang isinya tertuang untuk menjamin terlaksananya komitmen ini. PT.Pratama Abadi Industri memberikan Kuasa kepada H.Rudy Gunawan, SH., M.H., M.P., selaku Bupati Kabupaten Garut untuk melakukan Evaluasi dan pelaporan atas terlaksananya 8 (delapan) sasaran- sasaran tersebut di atas.
Evaluasi dan pelaporan ini dilaksanakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sejak tanggal ditandatangani pernyataan ini.
Hasil evaluasi dan pelaporan di sampaikan oleh H.Rudy Gunawan SH., M.H., M.P., selaku Bupati garut kepada pihak PT.Pratama Abadi Industri, dan saksi saksi.
Devi mengatakan, Bupati Ruddy dinilai tidak memahami, pura-pura tidak memahami kontek permasalahan yang ada. Tapi justru kata dia, lebih memilih menghindar dan melempar segala tanggung jawabnya.
“Bupati Garut sebagai Kepala Daerah seharusnya bersikap bijaksana dan hadir di tengah- tengah masyarakat,” terang Devi serya berujar untuk menengahi permasalahan yang ada, apa bila di dalam wilayahnya terjadi permasalahan, bukan justru melempar bola panas dan menghindar.
Lebih jauh Devi mengatakan , terkait H.Rudy Gunawan yang seolah – olah menyudutkan masyarakat Limbangan khususnya KH.R.Amin Muhyiddin selaku tokoh masyarakat Limbangan yang mewakili Kecamatan BL. Limbangan. Intinya tandas Devi, Kami siap untuk melakukan audiensi terbuka secara umum agar permasalahan ini menjadi jelas dan transparan.(Tim).






