Garut.mediagempar.web.id-MUSRENBANGDES PENETAPAN RKPDES TAHUN 2021 dan DU-RKPD TAHUN 2022 harus tetap dijalankan (dilaksanakan) sesuai jadwal yang telah ditentukan, kendati Covid-19 intensitas kian meningkat tajam mengoyak dan menggerus Kabupaten Garut. Dengan syarat
Kegiatan itu dilaksanakan sesuai penerapan protokol kesehatan secara ketat. Demikian ungkap Sekmat Kadungora Faizal usai Musrenbang, Kamis (14/1/2021).
Dan faktanya, terlihat jelas di pintu masuk gedung Kecamatan itu disediakan tempat cuci tangan, beberapa petugas melakukan penyemprotan tangan dengan hand sanitizer, mengecek suhu tubuh dan memastikan pemakaian masker sebelum peserta memasuki ruangan. Peserta yang hadir juga lebih mematuhi prtokol kesehatan, Sebab saat ini dalam situasi pandemi Covid-19.
“Sesuai dengan Undang-undang No.2 Tahun 2021. Yaitu pemberlakuan PSBB Profesional, mengingat Garut zona merah ke satu tingkat Jawa Barat,” ujarnya.
Sehingga, mau tidak mau demikian kata Faizal, Bupati Garut Rudy Gunawan, di tahun 2021 untuk 26 kecamatan diberkakukan PSBB. Malah orang Nomor satu di Kabupaten Garut itu menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mengikuti prrotokol kesehatan mulai dari pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak, guna menekan covid-19 yang terjadi saat ini.
Sekmat Faizal, menghimbau masyarakat Kadungora, untuk tidak berkerumunan. Dia juga memohon kepada kepala desa dalam pekaksanaan musrenbang harus membatasi para pesertanya.
Memang sebelumnya 70 persen yang harus hadir. Namun saat ini minimal 30 persen.
Menurut Faiza, sejatinya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) adalah sebuah tahapan yang harus dilalui dalam sebuah perencanaan pembangunan, sehingga pelaksanaannya sangat penting dalam menentukan arah pembangunan ke depan.
Lebih lanjut dia mengatakan, patut bersyukur bahwa pelaksanaan Musrenbang saat ini menjadi lebih mudah, paling tidak desa sudah memiliki Anggaran Pendapat dan Belanja Desa (APBDes) dan Alokasi Dana Desa (ADD), sehingga beberapa pembangunan berskala kecil bisa diakomodir sendiri oleh desa.
“Dan apa-apa yang tidak bisa dilaksanakan oleh desa, itulah yang akan diteruskan ke Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kecamatan nanti,” paparnya.
Dijelaskan dia, bahwa tidak semua usulan yang dibawa ke musrenbang bisa dilaksanakan, semua sangat tergantung dengan skala prioritas yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDES) Tahun Anggaran 2021dan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (DU-RKPD) Tahun Anggaran 2022 yang digelar di Gedung Aula Desa Kadungora Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut Rabu (13/1/2021).
Senentara Kepala Desa Kadungora Sukmana menyampaikan, Musyawarah yang dihadiri oleh Camat yang didampingi Sekmat Bersama TIM, Pendamping Kecamatan, Pendamping Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, TIM Penyusun RKPDES dan TIM Verifikasi RKPDES serta seluruh unsur pemerintah Desa mulai dari Kepala Desa, Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), LPMD, RT/RW, tokoh agama, tokoh pemuda, Kader PKK dan Kader Posyandu Desa Kadungora Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut.
Agenda dalam musywarah hari ini. kegiatan rangkaian perencanaan pembangunan di desa Kadungora dengan menetapkan RKPDES tahun anggaran 2021 yang telah disusun oleh TIM Penyusun RKPDES yang sebelumnya telah dievaluasi oleh TIM Verifikasi RKPDES, tutur Sukma.
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Perencanaan Pembangunan Desa yang menyatakan bahwa Pemerintah Desa dapat mengusulkan kebutuhan pembangunan Desa kepada Pemerintah Daerah (PEMDA).
Dilanjutkan Kepala Desa “Sukma” dan BPD, dalam penyampaian pengantar Musdes, Kemudian disusul acara sambutan-sambutan. Dan setelah itu memasuki acara inti yaitu Musdes penyusunan RKP Desa tahun 2021. Dengan cara memberi kesempatan pada masyarakat yang hadir pada acara ini, untuk membahas pengajuan usulan.
Adapun usulan dari beberapa Dusun yang ada di Desa Kadungora, terkait ajuan pembangunan dari setiap Dusun akan diinpentarisir dan digodog mana yang diprioritasjan”pungkasnya.( Asni)






