Pemdes Cikembulan Gelar Bimtek Pemutakhiran Data Berbasis SDGs

  • Whatsapp

GARUT, mediagempar.web.id.– Pemerintah Desa Cikembulan kecamatan Kadungora menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemutakhiran Data Berbasis SDGs Desa, Kamis (4/3/2021).

Kepala Desa Cikembulan Kecamatan Kadungora Dede Ahmad Kosasih, SH.mengatakan, bimtek tersebut melibatkan pendamping desa, RW, Tim TP.PKK serta berbagai unsur lainnya.

Menurutnya, hal ini sesuai instruksi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, hal ini dilakukan untuk memastikan program pembangunan dilakukan secara tepat berdasarkan kebutuhan masing-masing desa.

“Kata dia implementasi SDGs desa diawali dengan adanya data valid, akurat, berkesinambungan, dan update di tiap desa,” ujarnya.

Sehingga, desa membentuk relawan desa terkait pemutakhiran data desa berbasis aplikasi.

“Sebenarnya ini (pemutakhiran data,-red) tidak sulit. Karena sudah dilakukan uji coba. Apalagi dibantu oleh DPMD dan pendamping desa, kita tinggal menyiapkan operator untuk dilatih,” ujarnya.

Sementara itu, Sekdes Dikdik Herduana menyebutkan, pemutakhiran data berbasis SDGs Desa tersebut akan memberikan gambaran riil terkait kondisi desa dan masyarakat desa.

Tak tanggung-tanggung, pemutakhiran data desa akan dilakukan secara by name by address.

“Nanti akan kelihatan posisi kemiskinan di desa X misalnya. Karena yang kita gali adalah data desa, data RT, data keluarga dan data warga. Maka kita bicara by name by address. Karena tidak mungkin kita bicara wilayah mikro kalau datanya tidak begitu,” ucapnya.

Dikdik menambahkan, arah kebijakan SDGs Desa dilakukan untuk mempermudah desa dalam menentukan kebijakan-kebijakan pembangunan.

Menurutnya, SDGs Desa akan memandu kepala desa untuk melakukan pembangunan bukan berdasarkan keinginan masyarakat atau segelintir tokoh semata, melainkan juga berdasarkan kebutuhan riil masyarakat desa.

“Kepala desa ini tugasnya berat. Karena urusan stunting ya tanggung jawab kepala desa, kemiskinan ya kepala desa, kesehatan dan kesejahteraan ya kepala desa. Mengingat bebannya sangat tinggi, maka diberikan satu arahan yakni SDGs Desa,” pungkasnya.(Sighar).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *