Garut.mediagempar.web.id – Selain supel dan luwes ditunjang sikapnya familiar serta ramah membuat Ketua Pemberdayaan dan Kesejahtraan Keluarga (PKK) Kecamatan BL.Limbangan, Ibu Asri Dewi Latifah, mudah dekat dengan orang- orang sekelilingnya. Demikian kesan yang membekas saat mengawali perbincangan dengan istri Camat BL.Limbangan Drs.Heri Hermawan di sela-sela waktu senggangnya ketika menghelat Donor Darah di Kecamatan tersebut, Kamis (27/5/2021).
“Sebenarnya saya di Kecamatan B.L.Limbangan baru 8 bulan. Salah satu program kerja tim penggerak PKK Kecamatan membentuk Keluarga Donor Darah. Sehingga waktu itu, pas saya datang kesini menjadi tugas yang harus dilaksanakan,” ujarnya.
Menurut Dewi, hingga saat ini, baru dua kali dilaksanakan kegiatan Donor Darah, yang pertama tanggal 4 Maret 2021 yang kedua hari ini Kamis 27 Mei 2021, karena harus sesuai dengan jadwal 3 bulan setelah Donor Darah yang pertama.
Dewi mengatakan, Alhamdulillah Donor Darah yang pertama diluar dugaan kami mendapat 105 labu, kemudian karena letak geografisnya Limbangan agak berjauhan untuk Desa Simpen Kidul dan Kaler mereka meminta kegiatan Donor Darah di tempat sendiri pada bulan April 2021, mendapat 50 labu.
Dan kegiatan Donor Darah selanjutnya demikian tandasnya, hari ini Kamis 27 Mei 2021 tujuannya bukan untuk unjuk gigi (menunjukan diri) tapi tujuan utamanya dulu yang mendasar, dirinya pribadi ingin mengetuk hati sekuruh warga Limbangan untuk sadar melaksanakan Donor Darah, jadi kami sehat, mereka selamat.
Dewi membeberkan, para pendonor darah hari ini diperkirakan 100 orang dengan 4 bet yang disediakan, dari PMI sudah menyediakan 8 bet sehingga kegiatan donor darah lebih cepat. Para peserta donor darah para guru, Dinas terkait yang ada di Limbangan, para kader, para Sekdes dan Staf karyawan Kecamatan semuanya sudah donor darah.
“Saya menghimbau, ayo ikut donor darah, sebab banyak warga Limbangan yang menderita penyakit Thalasemia yang dua minggu sekali harus transfusi darah,” harapnya seraya mengatakan, makanya ayo donor darah, selamatkan jiwa mereka dengan apa yang bisa kita lakukan.
Thalasemia paparnya, merupakan penyakit karena kelainan genetik yang ditandai dengan kurangnya jumlah hemoglobin dan sel darah merah. Dengan demikian, penderita yang mengidap Thalasemia membutuhkan donor darah demi keberlangsungan hidup.
Dewi mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi berbagai element masyarakat seperti PP, Gibas, Raksa Bumi ikut berperan serta dalam donor darah di sini, mudah- mudahan kegiatan mulia ini jadi ajang silaturahmi dan memperelat tali persaudaraan. (Kang Baden).






