Garut.mediagempar.web.id – Sikapnya santun,tutur katanya lembut, ditunjang karakternya memang jujur dan menghormati kepada sesama. Demikian kesan yang membekas ketika mengawali perbincangan dengan Ketua DKM Mesjid Jami Al-Hidayah Bapak Umar (47th) di kediamannya seputar Kampung Jeungjing Rt 03 Rw 01 Desa Pelita Asih, Kecamatan Selaawi belum lama ini.
“Saya kira, pengurus masjid harus menggerakkan jamaah untuk berbuat baik, memperbanyak ilmu, dan memanfaatkan potensi yang dimilikinya,”ujarnya.
Umar mengatakan, peran dan fungsi pengurus, takmir, atau dewan kemakmuran masjid (DKM) dalam mengelola masjid harus sebagai penggerak.
Menurut dia, selain menggerakkan jamaah masjid, ia juga berpesan agar antara masjid menjalin kerja sama dalam bidang strategis.
Pengurus masjid juga demikian tandasnya, perlu bermusyawarah untuk kebangkitan jamaah agar dekat dengan masjid. Aspek keagamaan, sosial, dan dakwah juga harus ada di tengah masyarakat.
Suami dari Ibu Sopiah ini, menganalogikan pengurus masjid ibarat gelas yang diisi kopi, gula, dan susu lalu diisi air panas. Gelas tersebut tidak otomatis akan menjadi segelas kopi susu yang enak, jalan satu-satunya yaitu harus diaduk hingga menjadi kopi susu yang nikmat.
Masih menurut Umar, DKM Al-Hidayah membawahi 6 (enam) langgar, diantaranya Mesjid Nurul Musta’iin yang tengah dibangun masih seputar Kampung Jeungjing.
“Alhamdulillah berkat ada seorang dermawan dari Jakarta yang bernama H.Mustain, beliau yang terlebih dahulu memberikan bantuan dana hibah untuk pembelian tanah senilai Rp 65.000.000,- kemudian dana tersebut dibelikan tanah seluas 23 tumbak,” terangnya.
Hingga nama beliau demikiam kata Umuar, diabadikan menjadi nama mesjid Al-Musta’iin yang tengah dibangun dengan ukuran 12×12 meter persegi. Pembangunan sarana ibadah ini diperkirakan akan menghabiskan biaya sampai Rp 500.000.000,-
Swadaya masyarakat beber Umar, mulai tenaga secara gotong royong, material atau bahan – bahan bangunan seperti kayu, bambu sebesar Rp 100.000.000,- kemudian dana yang ada di Kas DKM Al-Hidayah belum memadai. Pembangunan Mesjid Nurul Musta’iin baru mencapai 35 %.
Sesungguhnya Umar memaparkan, tanggung jawab membangun mesjid adalah tanggung Jawab kita semua, sekaligus tanggung jawab semua muslim dimanapun mereka berada.
Mengingat dana yang dibutuhkan masih jauh dari memadai Bapak 3 orang anak ini, memohon dengan segala kerendahan hati mengharap kepada Bapak Bupati Garut Hj.Ruddy Gunawan maupun Bapak Gubernur Jawa Barat Bapak H.Ridwan Kamil memohon partisipasinya (bantuan) baik uang maupun apa saja agar sarana ibadah ini cepat terwujud. Sebab Umar sendiri melihat antusias masyarakat terutama di lingkungan tersebut itu jarak ke masjid yang sudah ada agak jauh, terlebih melihat perkembangan pemukiman memang padat dibanding lingkungan lain, mungkin beberapa tahun kedepan Mesjid Nurul Musta’iin akan menjadi masjid jami juga tempat juma’tan. (Kang Baden)






