Sentra Kusen dan Pintu Butuh Perhatian Pemerintah

  • Whatsapp

Garut, mediagempar.web.id- Lantaran kurang dianggap menjanjikan profesi pengrajin BB bahan rumah. Sehingga, tak begitu dilirik oleh pemerintah.

Kondisi ini menyulitkan para perajin kusen dan pintu untuk mendapatkan penghasilan bagi para pengrajin.

Ruhiyat, yang akrab disapa (Ciki) salah satu perajin di sentra kusen dan pintu yang berlokasi di RT 01/ Rw 06 Kp. Pojok Desa Cikembulan Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, Dia mengaku. Untuk mencari konsumen harus berupaya agar para pemesan selalu ada.

Namun, sekitar dua sampai tiga orang suka ada konsumen yang membuat kusen dan pintu rumah tersebut, ujar Ruhiyat.

Nah, biasanya Ruhiyat sangat sibuk melayani pesanan. Kereka harus siap menyelesaikan pesanan kusen dan pintu supaya bisa segera dipasang di rumah konsumen.

Apalagi, terbatasnya anggaran untuk membeli bahan, untuk saat ini seadanya, supaya pesanan selesai sesuai target waktunya.

Meski terdapat sekitar 2 atau 3 yang selesai, dia mengaku tidak ada persaingan yang berarti. Harga jual kusen dan pintu hampir di satu gerai dan gerai lainnya. “Biasanya, konsumen sudah mengetahui harga kayu dan ongkos perajin, jadi, ya, harganya pasti sama saja,” tegasnya.

Sebagian besar perajin yang satu ini masih mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut.

Mereka belum memanfaatkan media online untuk mempromosikan produk dan jasa. Alasannya, belum mempunyai ponsel pintar atau perangkat lainnya untuk mengakses internet, pungkasnya.”(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *