Kepala SMAN 13 Garut Drs.H.Abdul Jalil, M.Si,.CHt : “Generasi Muda Sekarang Harus Jadi Solusi Bagi Negeri”

  • Whatsapp

Garut.mediagempar.web.id – Sebagaimana arahan dari Bapak Gubernur Jawa Barat Mochmamad Ridwan Kamil, ST.,M.Ud, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat H.Dedi Supandi,S.STP., M.Si menghelat webinar, Kamis (15/7/2021), yang mengusung thema “Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) untuk Siswa Baru”. Nara sumber Gubernur Jawa Barat Kang Emil begitu ia akrab disapa, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat H. Dedi Supandi. Demikian ungkap Kepala SMAN 13 Garut Drs. H.Abdul Jalil, M.Si,.CHt pada mediagempar.web.id di ruang kerjanya, Jumat (16/7/2021).

“Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, juga dikenal sebagai Masa Orientasi Siswa atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru, merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru,” ujarnya.

Menurut H. Abdul Jalil, pesan kuat yang kami tangkap dari Pak Kadisdik Jabar H.Dedi Supandi, jadi generasi muda sekarang khususnya yang masuk SMAN 13 Garut, kedepannya bukan jadi masalah negeri tetapi jadi solusi bagi negeri. Itu kata dia, pesan utama dari Pak Kadisdik, kemudian pesan dari Pak Gubernur kata dia, jadi anda setelah keluar dari sekolah itu jangan tidak ada buktinya.

Minimal harus ada 4 (empat) yang harus anda pegang, apa yang emmpat itu, pertama Kecerdasan intelek tual IQ (intelegent quetient), kedua Kecerasan emosional (EQ), Ketiga Kecerdasan Emosional dan Spiritual (ESQ), keempat kecerdasan Pisik (Physical Intelegence).

Menurut Kang Emil, begitu Gubernur Jawa Barat akrab disapa,
Jadi anda harus dari sekarang jaga fisik sehat, kuat dan sebagainya.
Sehebat apapun kalau fisik anda tidak kuat akan sulit bagi bangsa untuk maju, kedua intelegent quetiont, jelas kalau intelenjensi anda di sekolahkan itu baik, dan bisa makin baik, sebab yang membedakan orang yang bersekolah atau yang ber ilmu ada kata itelejensinya

“Jangan sampai itelejensi anda itu tidak berguna, artinya bisa dibohongi oleh orang yang lebih bodoh dari pada anda atau orang yang tidak sekolah,” terangnya.

Yang ketiga demikian lanjut Kang Emil, Kecerdasan Emosional dan Spiritual (ESQ) tingkat kedewasaan jangan sampai anda jadi Provokator. Jadi usia anda bertambah maka anda bisa menjaga sikap (attitude) )waktu di SD begini, waktu SMP begini, waktu SMA begini, harus beda – beda jangan disamakan waktu anda di SMP, SMA dengan masa anda anak – anak, waktu di SD anda sudah beda.

Masih menurut Kang Emil, ketiga yang harus dijaga adalah Kecerdasan spiritual, kedekatan dengan agama. Percuma sehat, percuma pinter, percuma dewasa, tetapi tara solat (tidak salat) sebab hidup kita ini, bukan di dunia saja ada kehidupan kelak di akhirat.

Intinya lanjut Gubernur Jabar itu percuma sukses di Dunya (Dunia) kalau di akherat teu sukses (kalau di akhirat tidak sukses ).

Kepala SMAN 13 Garut H.Abdul Jalil menggaris bawahi, pesan Pak Gubernur jangan lupa 4 (empat) yaitu IQ, EQ, ESQ, dan Physical Intelegence.

Kemudian H.Abdul Jalil, membeberkan, sekarang suka tidak suka belajar dalam kondisi pandemi Covid – 19 ini, belajar melalui digital yang nantinya ada dampak negatif dan positif. Kalau anda mau maju jadilah memanfaatkan digital dengan positif maksunya demikian, kalau anda sudah pandai main game, main hal yang negatif maka mind set anda akan seperti itu, tetapi kalau anda memanfaatkan digital tersebut untuk meraih ilmu pengetahuan teknologi, ibadah dan lain sebagainya, maka mind set anda kedepan akan seperti itu.

“Jadi sekali lagi jangan dibuat dampak jadi negatif adanya pembelajaran digital sebaliknya caranya bagaimana, caranya dengan mengendalikan diri sendiri tampak dikendalikan diri sendiri sulit anda memanfaatkan digital. Zaman sekarang itu intinya dan yang terakhir jadilah generasi yang hebat segala macamnya, jangan jadi generasi yang recehan,” ungkapnya, seraya mengatakan, jadilah generasi yang hebat segalanya termasuk empat tadi.

Sekali lagi tandasnya, jangan yang recehan sudah tidak tamat sekolah (drop out), nogtorogan, jadi uwah – uwah, jadi sampah masyarakat.

Pesan Pak Kadis, demikian tandas H. Abdul Jalil, kepada seluruh Kepala SMA, SMK, SLB, kemudian kepada guru PPKN, perwakilan siswa baru yang sambutan sekaligus pembukaan, teknis hanya diisi oleh anak saja. Ikhwal teknis seperti pramuka, tanpa ada pengarahaan atau webinar.

“Barusan juga jauh jauh hari telah mempersiapkan sama persis dengan juklak dan juknis yang dibuat oleh Provinsi, tentang masa pengenalan sekolah,” ujarnya.

Jadi tanpa ada itupun kata dia, kami sudah mempersiapkan atau penguatan sebab sudah dilakukan dan setiap tahun.

Tdak jauh beda, hanya bedanya saja kalau tahun ini dan tahun kemarin pun ada penekanan dari segi pemeliharaan kesehatan. Tahun kemarin walaupun webinar juga tahun sekarang lebih dtekankan kenapa ? mengingat tahun sekarang kan kita tahu dalam masa PPKM.

Apa harapan Bapak pada orang tua siswa, dia mengatakan, perlu adanya dukungan penuh, dukungan moril, terutama di rumah, pihak sekolah (para guru) membina siswa di Sekolah, pas datang kerumah hare -hare atau masa bodoh.

” Itu hanya memperkecil harapan jadi bukanya memberikan semangat jadi kalau sekolah memberikan motivasi dan lain sebagainya memberikan ilmu dan motivasi, hendaknya orang tua juga sama membimbing dan memberi motivasi pada Siswa, jangan hanya mengandalkan sekolah,”terangnya.

Para siswa (anak) sekarang, tutur H. Abdul Jalil, dari segi moril dan material sebagian besar sudah enak, sebab anak sekarang mayoritas biayaya sekolah sudah ditangung pemerintah. (Kang Baden).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *