- Garut.mediagempar.web.id -Melimpahnya persediaan pohon bambu di Kecamatan Selaawi, khususnya di Desa Putra Jawa ternyata bisa dijadikan sebagai peluang usaha baru yang cukup menjanjikan.


“Memang selama ini masyarakat Desa Putra Jawa hanya menggunakan dan memanfaatkan pohon bambu hanya dibuat untuk kebutuhan rumah tangga seperti boboko, dingkul,nyiru (nampi), ayakan dsb, namun kini berkat adanya inovasi beragam kerajinan bambu bisa disulap menjadi aneka kerajinan cantik dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi,”ujarnya pada mediagempar.web.id di ruang kerjanya, Jumat (13/8/2021).
Menurut Kang Ismet, begitu Kades Suparman akrab disapa, meskipun awalnya kerajinan bambu hanya diminati masyarakat di daerah pelosok, namun seiring dengan maraknya isu global warming di lingkungan masyarakat dunia, kini banyak orang yang tertarik menggunakan produk-produk ramah lingkungan untuk kehidupan sehari-hari mereka. Sehingga kata dia, tidak heran bila permintaan pasar kerajinan bambu kini semakin melonjak bahkan tidak hanya menjangkau kota-kota besar saja, tetapi juga sampai tembus pasar mancanegara.
Kenapa hal itu bisa terjadi gugat Kang Ismet ? sebab di era modern saat ini banyak faktor yang bisa menjadi pendorong kesuksesan sebuah home industri skala UMKM, terutama di pedesaan, karena adanya inovasi hingga prodaknya unik dan bermanfaat untuk banyak orang.
“Inovasi sebagai proses membuat atau menciptakan cara baru untuk melakukan sesuatu. Dalam kontek bisnis, inovasi dapat berkaitan dengan memodifikasi model bisnis dan beradaptasi dengan perubahan untuk menciptakan produk atau layanan yang lebih baik,”paparnya.
Masih menurut Kang Ismet, awalnya dari keinginan kuat bagaimana mengembangkan kerajinan anyaman bambu khususnya di Desa Putra Jawa agar memiliki nilai ekonomi tinggi, kuncinya bukan hanya pentingnya mendongkrak SDM para perajin bambu lebih kreatif dan inovatif sasaran dan target yang ingin dicapai agar masyarakat Desa Putra Jawa mandiri dan sejahtra.
Dan kini home industri kerajinan bambu Desa Putra Jawa telah terjalin Nota Kesepahaman atau MoU dengan Pihak ASTRA yang mendampinginya dari Akademisi yaitu UNPAR. Bentuk kongkrit peningkatan SDM (Devalopment skill) yaitu pelatihan, dan pemberian peralatan untuk pembuatan kerajinan bambu tersebut.
Juju saja,tutur Kang Ismet awalnya pada Tahun 2018, kami mengajukan proposal ke pihak ASTRA untuk pendampingan kawasan, gayungpun bersambut, kemudian pihaknya di undang untuk melakukan prosentase di Tower Astra Jakarta, dan pada saat itu kontrak baru berjalan serta kontraknya tidak ada batas berkelanjutan. Dari pihak ASTRA awalnya pembinaan, kemudian setelah melakukan pembinaan diberi peralatan.
Dan kini di Desa Putra Jawa telah dibentuk macam home industri berskala UMKM yang diberi nama ‘Kampung Wisata Kerajinan Anyaman Bambu’ dan koordinitornya BuMdes yang lokasinya di Kampung Cikakak sebagai Ketuanya Bapak Ate.

Malah kini di Kecamatan Selaawi ada macam galeri kerajinan bambu yang namanya sudah melambung baik di dalam maupun luar negeri berlokasi di Kampung Burujul milik Bapak Yaya,
Upaya ini, tandas Kang Ismet, terus kami kembangkan, bukan hanya kerajinan bambu saja, bidang pertanianpun, khususnya hasil dari kebun (ladang) seperti singkong terus diungkit atau didorong dijadikan makanan ringan macam kiripik, kemudian dikemas sedemikian rupa hingga keripik Desa Putra Jawa marketable.(Kang Baden).






