Kepala Desa Simpen Kaler Wawan Suherman : “Hikmah Peringatan HUT RI ke 76 Kobarkan Semangat Para Pahlawan Yang Telah Gugur Dalam Jiwa Kita”

  • Whatsapp

Garut.mediagempar.web.id -Tegas, lugas dan peduli terhadap sesama, hatinya lembut terutama menyayangi anak yatim piatu. Kebajikan tersebut seakan sudah menjadi panggilan jiwa, karakter Wawan Suherman (43 th) bukan saja ketika masih mengabdi (bertugas) di Institusitusi TNI Angkatan Darat, tapi juga hingga terpilih sebagai Kepala Desa Simpen Kaler, Kecamatan BL.Limbangan.

Anak yatim adalah anak yang ditinggal meninggal ayahnya ketika belum dewasa. Sedangkan jika yang meninggal ibunya, anak tersebut disebut piatu.

Al-Qur’an secara tegas mengatakan anak yatim adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan diperhatikan.

Disebut yatim jika anak tersebut belum baligh. Tidak lagi disebut yatim anak tersebut sudah bermimpi.

“Gajih per dua bulan, yang satu bulan saya berikan untuk anak yatim.Insya Allah akan saya lakukan sampai selesai menjabat sebagai Kepala Desa Simpen Kaler satu periode,” ujarnya pada mediagempar.web.id di ruang kerjanya, Selasa (16/8/2021).

Wawan mengatakan,mudah-mudahan Allah SWT mengijinkan dan dirinya panjang umur.

Menurut Wawan, menyantuni anak yatim sudah dilakukan (diberikan) per RW Rp 100.000,- untuk 3 (tiga) anak yatim. Jumlah RW yang ada di Simpen Kaler sebanyak 18 RW total yang diberikan sebesar Rp 1.800.000,-.

“Saya ikhlas, tulus demi Allah, untuk menyisihkan sebagian rijki (sedikit) yang saya terima untuk rakyat, terutama anak yatim. Simpati dan empati tersebut benar -benar datang dari lubuk hati saya paling dalam,”paparnya.

 

Ditanya apa hikmah yang bisa dipetik dalam memperingati HUT-RI ke 76 di tengah-tengan Covid -19 masih menggerus Negeri tercinta ini, Wawan mengatakan, pengorbanan kita untuk bangsa dan negara tidak seberapa jika dibandingkan para Pahlawan Bangsa yang telah gugur berjuang, merebut kemerdekaan dari cengkraman penjajah selama ratusan tahun.

“Hikmah yang bisa dipetik dari peringatan HU-RI ke 76, kobarkan semangat juang, cintailah tanah air kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebab NKRI harga mati,” ungkapnya.

 

Sebagai Kepala Desa Simpen Kaler, demikian tandas Wawan, dirinya mendukung segala kebijakan Bupati Garut H.Rudy Gunawan baik bidang pemerintahan, sosial, kemasyarakatan, budaya maupun terutama bidang kesehatan .

 Masih menurut Wawan, jika merunut kebelakang sebelum Covid -19 mencabik – cabik negeri ini, memperingati HUT- RI di Desa Simpen Kaler selalu meriah.

 Namun kini, kata dia, karena Covid – 19 masih terus menghantam negeri kita, apalagi masih diberlakukannya PPKM, cukup dengan melakukan kegiatan positif menghidupkan budaya gotong royong,seperti memperbaiki dan membersihkan gorong -gorong, menata lingkungan di tiap – tiap RW dan membudayakan prilaku hidup sehat.

“Sebagai Kepala Desa baru, skala prioritas program yang tengah dilakukan konsolidasi internal, terutama dalam tata kelola pemerintahan yang baik dan benar sesuai prinsip good governance, yang mengedepankan azas transparansi dan akuntabel,”terangnya.

Program pembangunan di Desa Simpen Kaler ke depan masih menurut Wawan, membangun insprastruktur kesehatan pos – pos pelayanan kesehatan seperti Pos Yandu, Puskesmas di tingkat Desa.

 Dengan kondisi sarana dan prasarana kesehatan di Desa Kami masih belum memadai demikian kata Wawan baik Pemkab Garut, Pemprov Jabar dan Pemerintah pusat sangat peduli terhadap keadaan Desa kami.

“Sarana prasarana kesehatan belum ada terutama pos-pos pelayanan terpadu, posyandu anak-anak, ibu hamil. Mudah – mudahan tahun 2021 bisa terwujud,”tandasnya.

Sebelum terpilih jadi Kepala Desa Simpen Kaler pada Pilkades serentak Tahun 2021 Wawan mengabdi sebagai TNI Angkatan Darat selama 27 tahun.

“Besik saya dari TNI selama mengabdi 27 tahun, insya allah tidak melanggar disiplin murni atau tidak murni, ketika terpilih sebagai pejabat publik (Kepala Desa ) benar – benar bangga, ternyata TNI bisa terpilih sebagai Kepala Desa. Kata kuncinya sukses itu bisa diraih syaratnya upaya sungguh – sungguh, kerja keras, kerja ikhlas dan cerdas dan komunikasi dibangun dengan dengan segenap komponen masyarakat,”pungkasnya.(Kang Baden).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *