Camat Kadungora Ahmad Mawardi, AP. SE : “Kobarkan Semangat Pantang Menyerah”

  • Whatsapp

Garut.mediagempar.web.id – Perayaan HUT -RI ke 76 yang jatuh pada hari Selasa tanggal 17 Agustus 2021. Sejatinya sudah dimulai sejak 1Juli sampai dengan 31 Agustus 2021. Seluruh masyarakat menyambut girang, kemudian mereka memasang bendera merah putih dan umbul – umbul baik itu di sekolah, di kantor maupum masing – masing halaman rumah. Itu semua, merupakan kewajiban kita untuk memberikan rasa hormat, pada para pahlawan yang gugur karena memperjuangkan kemerdekaan dari para penjajah. Camat Kadungora Ahmad Mawardi,AP. SE mengemukakan hal itu pada mediagempar.web.id, di ruang kerjanya, Senin (16/8/2021).

“Dalam menyambut HUT – RI ke 76, terutama menjelang detik – detik proklamasi yang jatuh pada Hari Selasa besok 17 Agustus 2021 mari kita songsong dengan penuh sikacita, gelorakan pekik kemerdekaan, sekali merdeka tetap merdeka, walaupun pandemik Covid – 19 masih terus menghantui dan keprihatinan cukup mendalam dengan terjadinya out break di Kabupaten Garut,”ujarnya.

Menurut Ahmad, out break itu artinya kapasitas kesehatan yang terpapar melebihi 1 presen dari populasi yang ada. Sekarang sudah menurun, kalau kemarin sudah hampir mencapai 1 presen.

“Jadi kalau sudah hampir 1 presen dari 2,5 jt itu sudah hampir 25.000 Kita sudah terpapar, tapi Ada yang terdeteksi Ada juga yang tidak terdeteksi paham atau tidak paham, sadar atau tidak. banyak klaster baru yang tercipta, sebagai dampak dari kerumunan massa yang ada,”paparnya.

Jadi, potensi kerumunan itu, demikian tandasnya, mungkin juga Kita paham dari mulai Pilkades serentak, pada pelaksanaan pemilihan hari ‘ H’ dengan Protokol Kesehatan yang cukup ketat dengan membagi per- TPS, tapi mungkin para calon Kepala Desa pada saat kampanye, sosialisasi dengan masyarakat itu tidak memperhatikan protokol kesehatan. Kita pun juga paham di situ memang ada Kendala – Kendala, ketika sosialisasi tanpa pertemuan ini juga kadang – kadang banyak hamban yang dirasakan, sehingga afdolnya kepala desa bisa melakukan begitu akhirnya juga Kita paham.

Ahamdulillah intensitas Covid – 19 imbuhnya, sudah ada penurunan, tentunya juga dengan kegiatan PPKM kemarin juga sampai sekarang walaupun PPKM yang ber level, mulai level 4, dan 3 kemudian juga level 2, tentunya harapan dan ketentuan, juga Kita menyesuaikan peraruran Menteri Dalam Negri yang dikeluarkan setiap ada perubahan yang dikeluarkan.

Terkait juga dengan perayaan ini sendiri masih menurut Ahmad, ini kan tentunya tidak melarang kegiatan kegiatan sosial termasuk juga untuk kemeriahan. Hanya saja kita menyampaikan lagi apabila terjadi kerumunan yang terjadi apakah terpapar covid atau tidak, yang pasti potensi kerumunan massa dengan mudah Covid – 19 menerkamnya. (Kang Baden).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *