Saudagar Muhamadiyah Jabar Tinjau Proses Penyembelihan Ayam Di Damar Bandha Jaya

  • Whatsapp

Saudagar Muhammadiyah Jabar tinjau proses Penyembelihan Ayam di Damar Bandha Jaya

Bogor,-
Kami mengucapkan terima kasih kepada para sahabat anggota MEK Muhammadiyah yang hari ini hadir mengharap ridho Allah untuk membangun silaturahmi bisnis sistem Nabi Muhammad SAW. Kami ke PT. Damar Bandha Jaya ini atas harapan dari sahabat-sahabat kami yaitu Mas Imam dari MEK PDM Malang, Pak Revaldi, ibu Maharani PCM Sukajadi Bandung serta teman teman kami yang tergabung di Jaringan Saudagar Muhammadiyah Jawa Barat khususnya Jaringan Peternak Ayam, Penjualan daging Ayam baik Ayam Geprek maupun produk Ayam yang lainnya; ada kurang lebih 60 orang yang berharap ingin hadir, namun karena qouta hanya 15 orang. Demikian disampaikan Drs. Ismail Satriyanto Ketua MEK PWM JABAR, Kamis, 15 Maret 2022.

Selanjutnya di jelaskan Ismail Satriyanto bahwa ummat Islam di Indonesia dapat bangkit ekonominya, dan ekonomi menjadi filar ke 3 dari Gerakan Dakwah Muhammadiyah, dimana Muhammadiyah telah sukses membangun Lembaga Pendidikan dan Rumah Sakit.
Kami bersama-sama sahabat yang hadir hari ini dan juga atas nama warga pelaku pejuang ekonomi di Muhammadiyah yang hari ini kami wakili memohon bimbingan dan kerjasama dari PT. Damar Bandha Jaya untuk mengedukasi semangat berusaha warga kami khususnya dan juga simpatisan Muhammadiyah untuk menjadi teladan dalam berusaha sesuai aturan yang telah di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ujarnya penuh semangat.

“Kami benar- benar berharap bisa belajar kepada PT. Damar Bandha Jaya serta dapat menjalin kerjasama karena kami memiliki potensi yang banyak berupa aset-aset wakaf milik Muhammadiyah yang strategis dan belum tergarap sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga persyarikatan. Imbuhnya.

Sementara itu H. Asep Saeful selaku Direktur Utama PT. Damar Bandha Jaya mengatakan, “Selamat datang dan mohon maaf tidak bisa mendampingi ke pabrik penyembelihan hayam, semoga kehadiran bpk/ibu kesini dapat meningkatkan tali persaudaraan dan mempererat tali silaturahmi. Ucapnya.

Selanjutnya di tuturkan H. Asep Saeful bahwa untuk bisa sukses seperti ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu proses dan perjuangan yang panjang, sejak saya keluar dari SMA sambil kuliah saya menjadi menyedia daging ayam ke warung-warung, akhirnya dalam waktu 20 tahun bisa di rasakan hasilnya seperti ini, alhamdulilah sekarang kami punya pabrik penyembelihan hawan sendiri yang dilakukan secara syar’i biar halal di makan daging ayam nya. Ujarnya tegas.

Diakhir pembicaraan H. Asep Saeful yang telah di karuniai 5 orang putra, bahwa untuk mencapai kesuksesan perlu adanya usaha yang sungguh-sungguh dan terprogram secara profesional menuju kemandirian.”. Pungkasnya. (AS).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *