Polisi di Jabar Ungkap Kasus TPPO, Terdata 82 Korban

  • Whatsapp

Polda Jabar menyoroti potensi TPPO dengan modus pekerja migran

Bandung- mediagempar.web.id– Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus tawaran bekerja di luar negeri mendapat perhatian khusus dari Polda Jawa Barat (Jabar). Polda Jabar pun sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) TPPO, yang dipimpin wakil kepala Polda Jabar.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo, polda dan jajaran polres di wilayah hukum Polda Jabar. Pada 2023 ini, Polda Jabar mengungkap 37 kasus TPPO. “Dengan 82 korban yang berhasil didata,” teganya, Senin (12/6/2023).

Dari pengungkapan puluhan kasus itu, teridentifikasi 59 tersangka. Para tersangka tersebut dijerat dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) maupun Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, tuturnya.

Selain itu, ada yang menawarkan pekerjaan melalui media sosial. Karenanya, ia mengimbau masyarakat lebih hati-hati ketika mendapat informasi tawaran bekerja di luar negeri yang beredar di media sosial, ungkap Ibrahim“Hal ini harap diwaspadai oleh seluruh masyarakat media sosial yang menawarkan lapangan pekerjaan di luar negeri,” tegas Ibrahim.

Ibrahim mengatakan, pelaku TPPO biasanya mengiming-iming korban agar tertarik bekerja di luar negeri. Ketika korban tertarik, kata dia, akan diberangkatkan ke luar negeri secara ilegal atau tidak sesuai prosedur.

Menurut Ibrahim, korban biasanya dijanjikan untuk menjadi pekerja di luar negeri, padahal akhirnya dieksploitasi. Ia mengatakan, korban ini bisa diberangkatkan ke luar negeri oleh perusahaan atau agensi maupun perorangan.

Ibrahim mengatakan, berdasarkan data dari lembaga pekerja migran, Jabar masuk peringkat sepuluh provinsi terbanyak penyumbang pekerja migran, dengan jumlah 1.045.517 orang dari 23 kabupaten/kota. Menurut dia, sekitar 56 persen perusahaan yang memberangkatkan pekerja migran ke luar negeri ini ilegal.

Ibrahim pun mengingatkan warga di daerah yang menjadi kantong pekerja migran agar waspada akan modus TPPO. Ia menyebut ada lima daerah di Jabar yang menjadi kantong pekerja migran dan rawan menjadi sasaran pelaku TPPO. “Dimulai dari wilayah Cianjur, Subang, Sukabumi, Indramayu, dan Bogor,” pungkasnya.( Red ).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *