Garut. Mediagempar.web.id- Usaha kerupuk kulit (dorokdok) terus berkembang, terbukti dari kisah menuju sukses salah seorang usaha kecil menengah (UKM). Home Industri Kang Kohar asal Kadungora, meski masih menembus di pasar wilayah Garut, ia bertahan sekalipun meraih omzet yang diraihnya naik – turun.
Dengan dorongan yang kuat peningkatan permintaan yang terus mengalir, memungkinkan untuk memperluas usahanya dengan jaringan distribusi dan membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Untuk mengembangkan usaha home industri makanan rumahan kerupuk kulit (dorokdok), yang fokus pada keunikan produk dan kualitas rasa yang konsisten, serta inovasi kemasan yang menarik, ucap Kang Kohar.
Kang Kohar salah seorang pelaku UKM Home Industri Tren makanan rumahan sehat dengan bahan lokal, terus mengembangkan. Dengan menggunakan pemasaran digital dan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar, dan aktif mencari feedback pelanggan untuk perbaikan yang berkelanjutan.

Menurutnya, ciptakan produk dengan cita rasa dan keunggulan yang berbeda dari pesaing ini. Misalnya, produk makanan sehat dari bahan lokal kerupuk kulit (dorokdok).
Kuliner merupakan jenis usaha yang selalu menjadi peluang bisnis yang menarik untuk dikembangkan, tidak terkecuali bagi masyarakat di desa.
Membangun usaha kuliner merupakan potensi yang dimilikinya sangat menjanjikan dan mampu mendapatkan cuan (keuntungan) lebih bagi siapapun yang ingin memulainya, dikarenakan peminat dari jenis usaha kuliner ini tidak mengenal untung ataupun rugi pernah.
Hingga saat ini, dengan mental yang kuat sebagai modalnya, kuliner menjadi usaha bisnis yang paling laku, pasalnya makanan sudah menjadi kebutuhan dasar bagi banyak orang dimanapun mereka berada. Namun dengan modal mental yang kuat tersebut, justru bisa memberi keuntungan yang berlipat ganda.
Jajanan yang satu ini tentunya sering kita temukan dimana-mana. Di pasar hingga di pinggir jalan perkotaan, penjual kerupuk kulit, Sunda bilang “Kurupuk Dorokdok” makanan tradisional dengan mudah bisa menjangkau masyarakat manapun, ucap Kohar.
Hingga saat ini usaha yang dikembangkanya, dengan 8 orang pekerja terus bertahan dan bertekad kearah yang lebih besar dan maju, ucapnya. (Sighar).






