Bandung.mediagempar.web.id- Rencana pemekaran Kecamatan Lembang menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) setingkat Kota tidak penting dilakukan saat ini, sebab dengan DOB baru ini Lembang akan ditingkatkan menjadi kota dan dipimpin oleh wali kota. Demikian ungkap Pengamat Urban dan Kebijakan Publik Institut Teknologi Bandung (ITB) Frans Arif Prasetyo ketika dihubungi, Rabu (4/11/2020).
Memang Usulan Lembang jadi DOB baru ini diajukan oleh Forum Koordinasi Desain Penataan Daerah (Forkodetada) Jabar dan Forum Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB)
“Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang menjadi induk Lembang saat ini pun tidak maju dan tidak berprestasi ,” ujarnya seraya mengatakan, lebih dilakukan elaborasi agar KBB menjadi kabupaten yang maju, bukan malah dimekarkan.
Memang usulan Lembang jadi DOB baru ini diajukan Forum Koordinasi Desain Penataan Daerah (Forkodetada) Jabar dan Forum Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB).
Menurut Frans, dirinya menilai Kabupaten Bandung Barat bukan daerah berprestasi luar biasa, gak maju- maju. Kenapa kata dia, tidak didorong menjadikan Kabupaten Bandung Barat yang maju.
“Semakin banyak daerah yang dilakukan pemekaran yang tidak begitu penting malah akan menambah rumit sistem tata kelola Pemerintah dan tata kelola anggaran,” paparnya.
Dengan DOB baru demikian tandas Frans, sebenarnya akan melahirkan dinasti politik baru, suka tidak suka itu akan mengikis demokrasi,
“Jadi untuk apa, malah menyuburkan shalter oligarki dalam struktur pemerintahan yang baru, kalau misalnya memang tidak begitu urgen,” terangnya.
Frans mengemukakan, proses DOB itu tidak mudah. Ada banyak syarat yang harus dipenuhi mulai dari syarat administrasi, teknis, fisik kewilayahan yang harus dipenuhi dan secara struktural harus mendapat persetujuan dari DPRD, Bupati, Gubernur serta mendapat rekomendasi dari Mendagri.
“Ada syarat kependudukan juga yang harus terpenuhi, ini berapa banyak sih yang ingin, atau jangan-jangan hanya segelintir orang yang pengen menjadikan Lembang DOB,” ucapnya.
Selain itu, apakah Lembang dengan sektor pariwisatanya nanti mampu beroperasi secara otonom, mandiri dalam anggaran tanpa bantuan subsidi dari pemerintah pusat.( Ucu Wardani)






