Bandung,mediagempar.web.id-Demisioner Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kopri Cabang Kota Bandung Imelda Islamiyati sosok perempuan pemimpin muda yang religius , humanis, memiliki etos kerja, konseptor yang visioner,menjadi pigur baru perempuan di Jawa Barat, Melda sapaan akrabnya merupakan gadis asal Sukabumi kelahiran tahun 1998 putri ke-enam dari Ulama karismatik KH. Imam Syamsudin ( Alm) dan Ibu Hj. Neneng Maria Ulfah.
Melda terlahir dari keluarga agamis berasal dari keluarga pondok pesantren bahkan masa sekolahnya di mulai dari SDN 07 Cibadak Sukabumi, SMP-SMA di Pondok pesantren Al-Masthuriyah hingga melanjutkan jenjang di perguruan tinggi fakultas syari’ah dan hukum Universitas Islam Bandung ( Unisba).
Masih kata dia, Demisioner Kopri PMII Cabang Kota Bandung tahun 2022 mengatakan perjalanan hidup luar biasa bisa dibilang catatan sejarah hidup yang fantastis, dalam menghadapi era 5.0. tantangan zaman di era digitalisasi tentunya butuh keberanian dan kekuatan mental, apalagi saya sebagai perempuan yang hidup selalu bersama dengan keluarga di pondok pesantren ada suasana baru , kehidupan baru , dengan alam harus cepet bertransformasi, hingga mengenal kehidupan dan pergerakan organisasi kampus dan saya jatuh hati terhadap Korps Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII).
Kendati demikian, pelan tapi pasti jiwa komprehensif Organisasinya terbentuk Imelda memulai langkah melanjutkan studinya di bandung. perjalanan hidup di bandung membuatnya semakin survive dengan berbagai rutinitas baru yang kompleks, berbekal pendidikan di Pondok pesantren rasanya itu belum cukup untuk bekal hidup di era saat ini bismilah gadis Sukabumi yang satu ini Melanjutkan studinya di UNISBA dengan mengambil konsentrasi Jurusan Ekonomi syariah.
Dikatanya Selama kuliah Imelda sangat aktif di BEM Fakuktas sebagai Anggota departemen tahun 2017-2018, setelahnya di BEM Fakultas sebagai Bendahara 2018-2019 dan Dewam Amanat Mahaiswa komisi D Bidang Budjeting. Perjalanan masih membuat nya hambar butuh dunia pergerkan dan tantangan baru ia mengikuti organisasi eksternal kampus.
Berbekal keberanian dan niat yang kuat Melda sapaan akrabnya, adalah sosok perempuan yang potensial memiliki kecerdasan spritual dan kecerdasan intelektual karenanya ia mengikuti pendidikan untuk melatih potensi besar didirinya.
Sejarah mencatat Imelda sebagai inisiator pengagas PMII Unisba di Kampusnya, perjalanan yang krusial dan dramatis organisasi yang menurutnya sesuai dengan hati nuraninya itu momen awal jatuh hati Imelda Islamiyati di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.
Dalam prosesnya. Perempuan anggun ini mengikuti Mapaba di Rayon Syariah UIN Sunan Gunung Djati Bandung PMII Cabang Kota Bandung. Pembelajaran dan proses pendewasaan hidup membawanya untuk terus beradaptasi di lingkungan yang notabene nya PMII saat itu lost generation ia melakukan upaya kerja nyata kaderisasi di kampus Unisba karena niat dan tekat nya untuk menjadikan PMII ada di kampusnya saat it.
Dengan berbagai proses dan cara yang di tempuh sehingga 1 tahun lamanya PMII Unisba dideklarasikan sebagai Komisariat persiapan dan saat itu Imelda sebagai ketua Komksariat pertama masa kebangkitan Unisba tanggal 06 Oktober 2019 pada saat itu ketua cabang dinahkodai oleh irma zahrotunisa periode 2018-2019.
“Kesempatan itu tidak akan datang dua kali, butuh keberanian dalam mengambil sikap bismilah pada saat itu 2021-2022 Imelda terpilih menjadi ketua Kopri Cabang Kota Bandung ( PMII) “.ungkapnya
Sebagian ketua kopri Melda mengatakan , perubahan adalah keniscayaan, proses yang baik akan melahirkan hasil yang luar biasa semua itu tidak datang dengan sengaja butuh perjuangan yang kuat, ide dan gagasan dasar untuk kemajuan kopri menjadi gerakan feminisme dalam menyeimbangkan eksistensi dan fungsi sebagaimana mestinya organisasi, perempuan juga bisa berkontribusi untuk kepentingan bangsa dan negara.
Harapan besar disela akhir jabatannya sebagai ketua kopri ( Demisioner) Kepemimpinan perempuan akan terus membawa ke arah perubahan, semua terkoneksi dengan visi,misi, dan tujuajan kembali lah kepada fitrah manusia sebagaimana fungsinya berusaha lah menjadi insan yang bijak tidak untuk saling menjatuhkan, solidaritas dibangun serta memiliki integritas dan moralitas.
KOPRI bukan hanya menjadi organisasi yang fokus terhadap isu perempuan, disini harus hadir menjadi bagian reponsif resolusi peradaban manusia,.tantangan dimasa mendatang sungguh luar biasa, sejatinya hidup itu beresiko, tapi lebih beresiko ketika kita tidak tumbuh sama sekali, tanda orang cerdas adalah kemampuanya mengendalikan emosi dengan penerapan akan salam pergerakan dzikir,fikir, amal shaleh pungkasnya ….( Tzn ilham )






