Fungsi Mesjid Multi Demensional

  • Whatsapp

Garut.mediagempar.web.id – Muda, enerjik dan visioner, ditunjang sikapnya familiar dan cepat akrab dengan siapapun. Bisa jadi sudah menjadi karakter dan pembawaan Ketua DKM Mesjid Besar Kaum Limbangan KH.Zaki Irfan salah satu Pimpinan Pondok Pesantren Qiroatussab’ah Kudang Desa Limbangan Timur, Kecamatan BL.Limbangan. Hal itu dikemukan Humas DKM Mesjid Besar Kaum Limbangan Agus Kusaeri Ridwan, Minggu(6/6/2021).

“Jujur saja, KH.Zaki Irfan mengemban amanah sebagai Ketua DKM Kaum Limbangan belum seumur jagung, dan masih banyak hal-hal terkait dengan tata kelola (management) DKM yang harus dibenahi, terutama dalam mengembangkan dan memajukan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya. Dan ternyata Kiyai Zaki banyak melakukan terobosan yang inovatif, benar-benar bilau itu berpikir out of the box,” ungkap Agus sungguh-sungguh.

Menurut Agus, Alhamdulillah sejak KH.Zaki, mengomandoi DKM Mesjid Besar Kaum Limbangan, telah banyak melaksanakan kegiatan yang konkrit terhadap masyarakat, seperti pada Bulan Ramadan kemarin, Takmir DKM Kaum Limbangan telah menyelenggarakan berbagai kegian yang positif diantaranya, Takjil Gratis bagi warga Limbangan serta para musafir yang singgah di mesjid Kaum ini. Kemudian Bilau juga melakukan Jum’at Barokah para jamaah masjid itu disuguhi makanan kecil,atau ringan.

” Hal itu bisa terwujud, berkat adanya partisipasi dari masyarakat. Dan Insya Alloh untuk bulan rayagung sekarang DKM Kaum Limbangan akan menyelenggarakan penyembelihan hewan Qur’ban,” papar Agus.

DKM Kaum Limbangan juga dalam waktu dekat demikian tandas Agus akan membangun tempat Wudlu dan Toilet yang representatip.

Dan kini pengurus DKM menurut Agus, sedang membenahi management DKM Kaum Limbangan guna terciptanya tertib administrasi.

Agus Kusaeri Ridwan mengatakan,

selain sebagai tempat sholat,mesjid juga berfungsi sebagai tempat kegiatan proses belajar mengajar dalam memperdalam ilmu agama islam.

“Setiap muslim berhak untuk memberikan dan mendapatkan ilmu melalui kajian kajian agama yang di adakan di mesjid,”ungkapnya, seraya mengatakan, seiring dengan perkembangan zaman, selain memiliki fungsi tempat peribadatan,pendidikan mesjid juga memiliki fungsi dimensi sosial sebagai pusat pembangunan umat islam.

Lebih lanjut dia mengatakan, di Indonesia/terutama mesjid yang berada di kota kecamatan, umat islam saat ini terpolarisasi kepada dua bagian dalam melihat fungsi mesjid.sebagian memandang fungsi mesjid sebagai tempat beribadah saja,sedangkan yang lain memandang bahwa selain tempat beribadah juga memiliki fungsi di bidang sosialnya.

 Yang harus kami kembangkan di DKM Kaum Limbangan, imbuh Agus, yang nyaris jarang di galakkan/tidak di kelola, terutama peran nya yang sangat besar dan strategis terhadap pengembangan masyarakat, yang jelas – jelas DKM memiliki potensi terhadap peningkatan kesejahteraannya,yang merupakan bagian dari pemberdayaan kehidupan.

“Institusi mesjid dalam memberikan makna yang utuh bagi masyarakat harus berada dalam multi guna artinya perlu adanya pengorganisasian pengurus secara teratur dan efektip dalam meningkatkan fungsi meajid,” terang Agus mengakhiri perbincangan. (Kang Baden).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *