Garut.mediagempar.web.id- Tidak ada suatu organisasi termasuk organisasi kemasyarakatan atau ormas maju, berkembang pesat yang mengabaikan inovasi. Dengan kata lain, inovasi menjadi ujung tombak bagi tercapainya nilai tambah (added value) yang tinggi bagi sebuah ormas.
Nilai tambah yang tinggi inilah pada akhirnya membuat organisasi kemasyarakatan mampu bersaing.Demikian ungkap Kepala Devisi Timsus Gentera Macan Asia DPD Kabupaten Garut Arif Frianto menjawab pertanyaan di ruang kerjanya, Selasa (12/1/2021).
“Ormas Gentra Macan Asia DPD Kabupaten Garut yang dideklarasikan beberapa pekan lalu secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan dan bertujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” paparnya.
Menurut Arif sebagaimana tertuang dalam visinya Ormas Gentra Macan Asia, menjadikan Negara Kesatuan Republik Idonesia (NKRI) sebagai negara besar yang mandiri, disegani yang mampu menjadi ibarat macan di hutannya sendiri.
Untuk mewujudkan cita- cita diatas kata Arif salah satunya membangun ekonomi masyarakat menengah ke bawah khususnya bagi generasi muda dengan menciptakan lapangan kerja.
“Kami hadir di Kabupaten Garut untuk ikut serta dan berpartisipasi dalam berbagai bidang pembangunan, ” ujarnya.
Dan faktanya yang menjadi penyakit laten selama ini, terutama bagi kalangan para pemuda di pedesaan, kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan apalagi selama Covid 19 masih menggerus negeri ini jumlah pemuda nganggur terus membengkat, PKH merebok, sektor real di perkotaan gulung tikar, dan akhirnya pulang ke Desa. Mereka jadi penganggur baru.
Pada hal, peluang usaha di pedesaan masih terbuka lebar bila kita mau menggalinya, dan SDM-nya memadai. Banyak lahan tidur bila difungsikan secara ekonomis misalnya sektor agri bisnis, pariwisata.
Intinya Ormas Gentra Macan Asia masih menurut Arif mengajak semua element bangsa, khususnya kepada Generasi muda untuk bersama-sama bangkit menggali potensi yang ada seputar pedesaan, baik sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata, dan home industri, dan usaha produktif lainnya.(Kang Baden)






