Bogor mediagempar.web.id-“Kita punya PR (Public Relation) cuma sayang belum punya Fower/Daya, untuk itu kita harus memiliki PR yang bagus dan Fower yang kuat, insya Allah ekonomi umat Islam di Indonesia akan maju dan berkembang serta rakyatnya akan sejahtera.” Demikian di sampaikan H. Asep Saepul kepada para Saudagar Muhammadiyah/Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PWM Jawa Barat pada saat melakukan kunjungan kerja ke salahsatu RPA di Bogor, Kamis, 17/03/22.
Selanjutnya di jelaskan Kang H. Saepul bahwa untuk meraih kesuksesan tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu adanya proses yang sangat panjang, makanya supaya ekonomi umat Islam di Indonesia bisa maju, harus banyak silaturahmi diantara para pengusaha muslim dengan warga masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Jangan takut menghadapi mereka kita punya basis pasar yang jelas, tinggal bagaimana bisa menyakinkan umat Islam untuk mau berbelanja dan berbisnis dengan pengusaha muslim. Ungkapnya penuh diplomasi.
“Kalau kita sudah berdaya, maka kita bisa saling memberdayakan mereka, pasar kita sudah jelas, makanya harus mandiri ekonominya, harapannya juga harus sama, Kebiasaan juga harus sama, lalu Samakan Idea-nya serta tujuannya harus sama yaitu dalam upaya memberdayakan umat Islam sehingga menjadi cerdas dan melek serta memiliki rasa yang sama untuk kemajuan ekonomi umat Islam.” Ujarnya tegas.
Lebih lanjut Asep Saepul, menuturkan bahwa untuk menciptakan Pasar Mandiri harus ada kesefahaman antara dua orang atau lebih, untuk bersama-sama berbisnis, apakah mau menjambil syistem ekonomi Konstitusi atau Ekonomi Strategi. Tegasnya.
“Maka supaya bisa maju bersama, kita harus saling ketergantungan, harus saling percaya, kemudian menjalankan semua program dan setelah faham aturan mainnya, maka laksanakan dalam perilaku kehidupan sehari-hari sesuai profesi dan kapasitasnya masing-masing.” Paparnya penuh harap.
Diakhir pembicaraan, Kang H. Saepul menjelaskan tentang Ekonomi itu berasal dari kata Oikos/Rumah tangga dan Nomos/Aturan, mana yang harus di utamakan, intinya kita semua yang hadir disini mempunyai tujuan yang sama, kalau sama tujuannya kenapa harus berdebat atau bersaing tidak sehat, saatnya umat Islam untuk bangkit dan menyamakan persepsi yang sama untuk maju secara bersama-sama di negara yang kita cintai bersama dalam mewujudkan Kemandirian Ekonomi dalam pasar yang Mandiri sehingga bisa menjadi Ekonomi Proteksi yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”. Pungkasnya. (AS).






