Garut.mediagempar.web.id -Cahaya harapan ini kiranya di kukuhkan oleh momen HUT RI ke merdekaan tahun ini dengan jargon Indonesia tangguh Indonesia tumbuh. Demikian ungkap Kepala Desa Cigagade, Kecamatan BL.Limbangan Dedeng Amirudin S.Pd menjawab pertanyaan di ruang kerjanya, Kamis (19/8/2021).
“Indonesia sehat dan bersinar. Roh kemerdekaan itu adalah sebuah nilai yang inheren dengan eksistensi manusia. Namun dia bukanlah benda pasif yang bisa di beli sekali, lalu menjadi milik untuk selamanya,” paparnya.
Menurut Dedeng, ia adalah kesinambungan roh dialog, dinamika dan dialektika roh dan jiwa internal dan eksternal disana ana jatuh dan bangun. Oleh karenanya tandas Dedeng, pekikan merdeka dan alunan lagu sekali merdeka tetap merdeka adalah kehendak unutuk mengisi kemerdekaan secaara kontekstual. Dalam perspektif pancasila kata dia, mengisi kemerdekaan berarti mengisi diri dengan kehadiran bersama, dan hadir sebagai saudara bagi sesama.
Dedeng mengemukan, merdeka berarti keluar dari diri sendiri dan menjadikan wajah sesama sebagai cermin hidup sehingga sesama adalah aku yang lain.
“Disini kepalaku jiwaku hatiku menjadi besar ketika di isi oleh pikiran dan cintamu menjadi besar, jika di semaikan bersama dalam kepala, jiwa dan hatiku.
Itulah yang akan menjadi tangga dan sumbu emas bercahaya yang memutus semua rantai kegelapan termasuk rantai kegelapan covid-19,” ujarnya.
Hal itu juga masih menurut Dedeng, yang membuat kita mempunyai daya tawar ter hadap hegemoni global negara negara maju. Untuk itu perlu sinergi, transformasi, dan transubtansi dalam berbagai kehidupan. Salam merdeka.
Ditanya apa hikmah yang bisa kita petik dari semangat kemerdekaan ditengah – tengah Covid – 19 masih melanda negeri tercinta ini, dia membeberkan, tanamkan terus dalam jiwa dan dada kita semangat pantang menyerah, siap kerja keras, kerja cerdas dan ikhlas. Dirgahayu RI ke 76. Sekali merdeka tetap merdeka dalam bingkai NKRI. (Kang Baden).






