Kepala Desa Cijolang Deden Zanal Muttaqin,S.Pd.i : “Merdeka Harus Dimaknai Daulat Menentukan Pilihan”

  • Whatsapp

Garut mediagempar.web.id – Kepala Desa Cijolang, Kecamatan BL.Limbangan Deden Zenal Muttaqin, S.Pd.i mengatakan, dalam perayaan Hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76, sudah waktunya kita merenungkan kembali, melakukan introspeksi: pilihan-pilihan apa yang kita miliki untuk mengatasi masalah kesehatan, ekonomi dan sosial yang saat ini kita hadapi bersama.

“Sebagai bagian dari paragraf awal pembukaan konstitusi kita. Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,”ujarnya pada mediagempar.web.id, di ruang kerjanya, Kamis (19/8/2021).

Menurut Dede,merdeka adalah lepas dari belenggu penjajahan fisik. Mengapa kemerdekaan dibutuhkan? Paragraf ketiga pembukaan UUD 1945 menegaskan: supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas.

Deden mengatakan, sejarah memperlihatkan bahwa melalui perjuangan fisik, Indonesia berhasil mengusir para penjajah dan kelompok yang ingin menjajah bangsa dan negara ini. Namun imbuhnya, ketika penjajah berhasil dikalahkan dan diusir, Negara Republik Indonesia terbentuk, masalah baru muncul.

“Bagaimana membentuk dan menyelenggarakan pemerintahan? Bagaimana mengelola sumberdaya, khususnya sumberdaya ekonomi, untuk membangun negara, memenuhi kebutuhan rakyat? Bagaimana menyatukan kelompok yang berbeda pandangan terkait masalah-masalah pokok dan masa depan Indonesia,?”gugatnya.

Merdeka demikian tandas Deden, harus dimaknai sebagai daulat dalam menentukan sendiri pilihan yang diharapkan.

Masih menurut dia, pilihan kemerdekaan, dengan demikian adalah kebebasan, kemampuan, kedaulatan dalam membuat pilihan masa depan yang diharapkan. Sepanjang kita terkungkung dengan pilihan yang terbatas, sesungguhnya kita belum benar-benar merdeka.

“Tentu saja, pilihan itu dibuat dengan memetakan kondisi yang dihadapi pada saat ini. Karena bagaimanapun, apa yang kita rasakan, alami pada saat ini adalah hasil dari pilihan kita di masa lalu. Apa yang akan terima di masa depan adalah hasil dari pilihan kita pada saat ini,” pungkasnya.(Kang Baden)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *