Garut.mediagempar.web.id – Leuweung OKO, dengan julukan keren The Great OKO Objek wisata alam yang resmi dibuka Oktober 2017, tergolong masih berusia belia, asalnya hanya hamparan hutan pinus di atas bukit sebagian milik Perhutani Jawa Barat dan tanah bengkok (carik) Desa Cirapuhan. Demikian ungkap Ahmad Kosasih yang dilantik dan dikukuhkan sebagai Kepala Desa Cirapuhan oleh Bupati Garut H.Rudy Gunawan beberapa pekan lalu, di ruang kerjanya, Kamis (12/8/2021).
” Mulai saat ini dan kedepannya bagaimana menata, mengembangkan dan potensi wisata alam The great OKO agar jadi objek atau tujuan wisata dari berbagai daerah,” ujarnya.

Menurut Ahmad, untuk bisa menarik masyarakat ( pelancong), potensi alam yang diunggulkan harus menjadi komoditas utama, sebab potensi wisata alam yang dimiliki bisa mendatangkan keuntungan, dan menghasilkan pendapatan daerah.selain itu kata dia, masyarakat juga akan mendapatkan rizki dari pengunjung yang datang.
Ahmad mengatakan, langkah selanjutnya adalah merumuskan hambatan apa saja yang bisa terjadi. Hambatan bisa berupa hambatan fisik, non fisik, sosial dan masih banyak lagi lainnya. Setiap hambatan kata dia, harus dipecahkan dengan cara yang baik dan benar serta tentunya mufakat atau disetujui oleh komponen desa.
Selain merumuskan potensi Wisata alam The Great OKO tapi juga beber Ahmad, langkah selanjutnya adalah merumuskan hambatan apa saja yang bisa terjadi.
“Hambatan itu bisa berupa hambatan fisik, non fisik, sosial dan masih banyak lagi lainnya.Dan yang tak kalah pentingnya, memupuk Komitmen,” terangnya seraya mengatakan, sulit sekali untuk menyamakan pemikiran dan pendapat. Oleh sebab itu dibutuhkan komitmen yang kuat untuk bisa menyamakan pendapat, menyatukan tujuan dan juga menyatukan persepsi.
Mengelola potensi wisata alam di daerah demikian tandasnya, yang penting adalah melakukan pelatihan yang dilakukan oleh seluruh komponen desa. Saat melakukan pelatihan ini sangat penting untuk melibatkan pemerintah desa tentang manajemen pariwisata, cara mengelola pariwisata sesuai dengan peraturan pemerintah desa, manajemen atau tata kelola dsb.
Promosi Wisata alam kata dia, penting agar potensi wisata alam OKO menjadi berkembang, sebaiknya aktif untuk melakukan promosi melalui media sosial. Saat ini banyak tempat wisata yang sedang ngehits dikarenakan tempatnya begitu instagramable. Semakin banyak pengguna instagram yang mengupload fotonya ketika sedang berada di tempat wisata tersebut maka semakin mudah wisata alam itu akan ngehits dan terkenal. Buatlah akun media sosial baik itu Facebook, Instagram, Twitter, Path dan lain sebagainya dengan nama tempat wisata yang sedang dikembangkan.
Memang untuk promosi wisata, foto adalah daya tarik utama. Sehingga fokuslas dahulu ke instagram. Barulah beralih ke media sosial lainnya.
Dan kedepan kata Ahmad, pengelolaan objek wisata alam The Great OK0, akan diberikan pada BuMdes Cirapuhan, secara kelembagaan memang pas. (Kang Baden).






