Garut.mediagempar.web.id – Pemerintah Kabupaten Garut dinilai berhasil dalam mengendalikan penyebaran virus covid – 19, setidaknya hal itu dapat dilihat dari masuknya Kabupaten Garut menjadi level 3 dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ketua Pemuda Ansor Kabupaten Garut Dr. Rd. Badar mengapresiasi upaya yang dilakukan Satgas Covid Kabupaten Garut dan Pemerintah kabupaten Garut.
” Pengendalian penyebaran COVID 19 dan Penerapan PPKM di garut sudah berjalan dengan baik dalam penyesuaian upaya Kesehatan masyarakat dan pembatasn sosial dalam penanggulangan COvid-19, ya setidaknya kita ada pada level 3, dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, lebih longgar dari pada level 4 seperti Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Barat,”ungkap Den Badar pada mediagempar.web.id- Minggu (22/8/21).
Menurut Den Badar, pihaknya selain mengapresiasi Pemkab Garut garut, juga menyarankan agar Satgas Covid -19 Kabupaten Garut jangan terlena dengan status PPKM Level 3, sebagaimana Peraturan Kemendari Nomor 34 tahun 2021.
Meskipun demikian, Den Badar menyarankan dan berharap agar Pemerintah Kabupaten Garut jangan terlena dengan status level 3 PPKM Garut. Pemerintah Kabupaten Garut khususnya satuan tugas beserta seluruh masyarakat, tandasnya, jangan hanyut dengan kondisi ini.
“Kta tetap harus patuhi bukan saja Protkol Kesehatan (Prokes), khususnya arahan-arahan dari pemerintah pusat tentang PPKM, tapi juga harus memperluas jangkauan pelaksanaan vaksinasi untuk mencapai herd immunity,” paparnya.
Disinggung terkait dengan akan dilaksanakannya Musyawarah Daerah DPD KNPI Jawa Barat yang akan diselenggarakan di Kabupaten Garut tanggal 25 Agustus 2021. Den Badar mengatakan, baguslah, sebagai salah satu pemuda Kabupaten Garut kita bangga bisa jadi tuan rumah, kita akan sama-sama sukseskan kegiatan tersebut, apalagi Ansor juga kan salah satu OKP yang masuk di KNPI.
Tapi begini, meskipun akan dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus demikian tandasnya, kita kan tidak tahu nanti PPKM khususnya di Garut setelah tgl 23 ini diperpanjang atau tidak, masuk level berapa? Apalagi pelaksanaan MUSDA tentu akan menghadirkan banyak orang dari berbagai daerah di Propinsi Jawa Barat. Itu malah bisa jadi ancaman Kesehatan masyarakat Garut.
“Kalau saya sih menyarankan kegiatan diundur, sekitar satu atau dua minggu, kita lihat perkembangan hasil pengendalian penyebaran Covid -19. Kalau tetap dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus, itu sih sama saja dengan pemerintah Propinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Garut, bila mengizinkan digelar Musda KNPI Jawa Barat, sama dengan mengorbankan masyarakat garut, Begitu juga para Pemuda yang akan Musda, jangan korbankan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.(Kang Baden).




