Garut.mediagempar.web.id -Memang sudah menjadi karakter generasi muda memiliki semangat pantang menyerah, kritis, dinamis, inovatif dan futuristik. Seperti Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Neglasari, Kecamatan BL.Limbangan Rd. Muhamad Husen Bahrah S.Pdi (28 th) yang didapuk untuk mengomandoi penyelenggaraan Pilkades di Desa tersebut.
” Kami menghimbau pada para Calon Kepala Desa Neglasari yang ikut berkontestasi dalam Pilkades ini tidak menebar isu Suku, Agama, Ras dan Antar – golongan. Jadikanlah Pilkades ini sebagai ajang adu gagasan, program brilian, sekaligus sarana berkontestasi merebut Simpati rakyat Desa Neglasari,” paparnya.
Menurut Den Razza, begitu ia akrab disapa, pemilihan presiden, gubernur dan bupati/wali kota sebelumnya tidak dipilih langsung oleh rakyat. Namun kades sejak dulu dipilih oleh rakyat.
“Jadi saya harap pilkades serentak yang dihelat Hari Selasa 8 Juni 2021,bisa berjalan sukses tanpa ekses,”ujarnya.
Den Razza menegaskan, bahwa desa sebenarnya bukan satuan pemerintahan terkecil di negeri ini. Tetapi desa justru merupakan satuan ketatanegaraan terdepan di Republik Indonesia.
Sekali lagi kami menghimbau, demikian tandasnya, agar masyarakat Desa Neglasari, selaku konstituen jangan mudah terpancing dengan kampanye negatif.
“Jaga kondusivitas oleh seluruh elemen, baik dari panitia, masyarakat juga dari calonnya itu sendiri,” harapnya.
Pilkades masih menurut Den Razza, adalah suksesi ( pergantian pimpinan) 6 tahun sekali sesuai peraturan yang berlaku. Maka kata dia, jangan sampai ada perpecahan saat kampanye, apalagi di hari tenang. Jangan sampai terjadi lagi gesekan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.
Ditengah-tengah Covid-19 yang belum mereda kata dia, pihaknya ketika Pilkades berlangsung akan melaksanakan Protokol kesehatan yang ketat.(Kang Baden).






