Mahasiswi, Cukup Kasih Sayang Aku Saja Yang Naik, BBM Jangan ? Kasihan Rakyat .

  • Whatsapp

Bandung, mediagempar.web.id- Setelah diresmikan oleh pemerintah kenaikan harga semua BBM mulai dari subsidi dan non subsidi mejadi pertanyann besar ada apa dan mengapa padahal ekonomi belum pulih sedang masa transisi semenjak badai covid-19 ( virus Corona) hal tersebut dikatakan oleh Ina Kurniawati aktivis Perempuan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang ikut aksi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Derah Provinsi Jawab Barat ( DPRD). (6/9/2022)

Dikatan dia, Sungguh prihatin dan saya yakin kenaikan BBM tidak di amini juga oleh semua pihak, hanya mereka yang berduit, yang memiliki harta dan tahta yang setiap hari punya uang setuju akan kenaikan bahan bakar, bertolak belakang dengan masyarakat bawah yang setiap hari berjuang untuk kebutuhan beras, mereka yang bekerja serabutan tidak setuju terhadap naik BBM saya katakan turut berbela sungkawa atas naiknya BBM dan itu memukul masyakat kecil.

” Jujur banget kalau kasih sayang aku ke kamu naik pasti aman bahagia, ini beda, aku mah gereget banget, kenapa atuh harus naik BBM segala, apakah tidak ada cara lain , dan kenapa ada subsidi bansos, subsidi uang, ketika BBM naik. Itu bukan solusi terbaik , lebih elok uang itu masukan saja ke dalam subsidi bahan bakar , ingat tunjangan bansos atau uang itu satu hari juga habis” dikatakan Ina

Sementara itu, kami media gempar.com turut juga wawancara ekslusif dengan beberapa mahasiswa yang tergabung dalam aksi dengan berbagai latar belakang jurusan , berbagai kampus yang berada di Bandung, Meraka diantaranya Yakfika Nafilah Robaeah, Anisya Rahmatika, Hilsa Adinda Novelistia, Azda Puspita Rahayu ” semua hampir sama berasumsi terlalu cepat pemerintah mengambil keputusan coba pertimbangkan terlebih dahulu , bapak ibu pejabat , kalian punya uang bulanan , ada tunjangan profesi, tunjangan fungsional , ya kami masyarkat kecil di bawah tunjangan dapur juga sulit” ungkap mereka

Kendati demikian, menurut Azda Puspita Rahayu , konsep kapitalis sudah menjerat kepastian ekonomi negerinya, berbagai persekongkolan jahat kemungkinan bisa terjadi, ekonomi makro semakin tajam mengunci rakyat kecil, saya sebagai mahasiswa hanya bisa bersuara, menyampaikan informasi yang hari ini dirasakan oleh rakyat kecil , saya hanya mahasiwi, tidak punya hak legislasi, hak anggaran , hak kontrol, tidak pula mempunyai kebijakan otonomi dan ekonomi, tidak pula juga mempunyai fungsi independensi seperti mereka semua yang duduk di istana, duduk diparlemen, duduk di gedung gubernur , pendopo, kami sadar itu semua adalah rumah rakyat, semoga ibu dan bapak pejabat mendengar apa yang hari ini disuarakan itu pesan mendalam dari kami semua mewakili rakyat biasa. ( Tzn Ilham )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *