Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Kadungora Barat Menggelar Pengajian dan Silaturrahmi Tarhib Ramadan 1447 H.
Garut. Mediagempar.web.id– Bertempat di masjid Abubakar anggota Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Cabang Kadungora Barat menghadiri Pengajian dan Silaturrahmi Tarhib, Rabu, (11/2/2026).
Ketua PCM Kadungora Barat KH.Dahlan Ramli dalam Pidatonya menyampaikan, Tarhib Ramadhan 1447 H, Menyambut Bulan Suci Ramadhan Agar Tidak Terasa Sebagai Beban, Tapi Sebagai Kerinduan. Tahun 2026 terus bergulir, dan sayup-sayup gema Ramadhan 1447 Hijriah mulai terdengar. Bagi sebagian umat Islam, kedatangan bulan suci ini disambut dengan kegembiraan yang meluap-luap.

Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa bagi sebagian lainnya, Ramadhan terkadang masih dianggap sebagai “bulan ujian yang berat”. Bayangan tentang menahan lapar dan dahaga di tengah cuaca yang mungkin panas, harus bangun dini hari untuk sahur saat mata masih ketakutan, hingga ketakutan akan naiknya harga bahan pokok, sering kali membuat kedatangan Ramadhan disambut dengan perasaan campur aduk: antara ingin taat, tapi merasa terbebani.

Perasaan “berat” ini sebenarnya wajar secara manusiawi, namun berbahaya secara imani jika dibiarkan berlarut-larut. Menganggap syariat Allah sebagai beban adalah indikasi adanya masalah dalam Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa) kita. Padahal, para Salafus Shalih terdahulu menyambut Ramadhan layaknya menyambut kekasih yang lama pergi.


Mereka melakukan Tarhib Ramadhan dengan persiapan yang matang jauh-jauh hari. Kunci agar Ramadhan tidak terasa sebagai beban penjara, melainkan sebagai taman surga, terletak pada bagaimana cara kita menyambutnya. Strategi Tarhib berdasarkan tutunan ulama agar kita bisa memasuki gerbang Ramadhan 2026 dengan jiwa yang ringan, lapang, dan penuh cinta, ungkapnya. ( Sighar)








