Mojang Garut Salfa Imtizal Yasikur Bahtiar : “Berpikir Jauh Kedepan Modal Meraih Impian”

  • Whatsapp

Garut.mediagempar.web.id –
Cantik dan pintar saja mungkin tak cukup bagi Salfa Inmtizal Yasikur Bahtiar Mahasiswi Universitas Garut (UNIGA) Jurusan Manajemen semester 3, hingga dirinya dinobatkan, sebagai Mojang Kabupaten Garut Tahun 2019 dengan Nominasi Gandes dan Mojang Kameumeut.

“Berusaha untuk berbeda, kreatif, inovatif, dan berpikiran jauh kedepan merupakan kunci sukses lain yang harus dimilikinya untuk meraih gelar membanggakan tersebut,”ujarnya pada mediagempar.web.id di kediamannya beberapa hari kebelakang.

Menurut Salfa, yang membuat dirinya berbeda dari teman-teman yang lain dalam ajang tersebut mungkin sudut pandang pemikirannya berbeda dengan teman-teman dia yang lainnya.

Bangsa yang maju demikian tandasnya, sdalah lahirnya peranan penting generasi muda dalam membangun peradaban dengan nawa cita pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi yang fenomenal, mengedepankan analisa teoritis dalam konteks metodologi lapangan yang sudah teruji, so pasti akan membawa arah baru perubahan yang signifikan.

Salfa mengatakan, saat ini hadirnya generasi milenial adalah jawaban dari harapan bangsa yang majemuk, memiliki beribu bahasa, ras, suku, dan adat.

“Peran penting anak muda di era society 5.0 harus inovatif, mampu mendinamisasi ruang publik . Anak zaman now, yaitu generasi yang lahir mulai tahun 1980 – 1990- an, atau tahun 2000 – an dengan berbagai karakter pribadi yang kreatif, memiliki ide dan gagasan yang siap menghadapi tantangan di era global saat ini,”paparnya seraya mengatakan, semuanya itu sebagai dampak dari kemajuan sains dan teknologi yang terus berkembang pesat.

Keunggulan komperatif Salfa berpikir out of the box, percaya diri, mahir berinteraksi diruang sosial serta berani menyampaikan konsep didepan publik melalui media sosial.

Mojang yang satu ini punya ekspektasi untuk seluruh generasi milenial harus selalu aktif ingin mencari tahu mengenai perkembangan zaman, belajar dan bekerja diruang inovasi yang sangat bergantung pada teknologi, guna merestorasi tatanan dalam aspek kehidupan yang variatif.

Masih menurut Salfa, parameter eksistensi generasi muda dalam tatanan dan tantangan global.

“Saya kira harus mempunya life skill direduksi dari pemahaman dan pengalaman sebagai etos kerja dari implementasi dikategorikan dengan visi karakter yang sungguh dengan rasa percaya diri , optimis, berjiwa saing mampu memahami pengetahuan yang serba kompleks tentunya bermanfaat dan menjadi figur untuk barisan anak muda,” terangnya sembari mengulum senyum.

Karena pada dasarnya kata dia, ketika kita menyikapi secara tekstual atau kontekstual kita harus pintar mencari dan terus berinovasi sehingga memiliki passion atas dasar jati diri untuk meningkatkan kualitas hidup.

Sementara Mojang Garut yang berparas anggun dan imut- imut ini, berpesan kepada milenial ayo kita buktikan kepada dunia bahwa kita layak menjadi yang terbaik insya Allah ikhtiar dan doa mampu merubah segalanya atas dasar mampu melalui proses bahwa dalam hidup itu pasti akan ada fase dimana rasa sulit itu tiba, namun dengan keseriusan semuanya akan terjawab bahwa kita itu kayak menjadi yang terbaik ditengah persaingan global.

Salfa sadar, bahwa perkembangan zaman semakin maju persaingan dunia kerja semakin tidak menentu, oleh karena itu, generasi milenial sangat bergantung pada media sosial disini peluang dan tantangan akan menguji sejauh mana anak muda mampu berkontribusi untuk publik. Tidak hanya itu terangnya nilai-nilai moral etika dalam komunikasi dan menyebarkan informasi harus selektif apa lagi ruang sosial saat ini semakin komprehensif.

Generasi milenial juga imbuhnya, mempunyai tantangan dalam menghadapi era Society 5.0 sebagai komplemen Revolusi industri 4.0 dikatakan mojang yang anggun ini perlu diarahkan peranan penting milenial untuk kemajuan bangsa di masa mendatang. Society 5.0 dapat direpresentasikan sebagai salah satu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia ( Human Centered ) yang berbasis teknologi ( Technology bassed). Perkembangan IPTEK yang begitu pesat, termasuk ada dukungan dari generasi muda maka dibutuhkan pemahaman society 5.0 berazaskan spritual, intelektual dan kebudayaan sebagai bekal bagi proses pengembangan milenial yang siap dan mampu melewati problematika zaman.

Kendati demikian, lanjutnya, melalui Society 5.0, kecerdasan buatan ( artificial intelligence ) akan ditransformasi menjadi etika hidup anak muda, melaui transformasi meningkatkan kualitas hidup yang sebagai dasar dari kepercayaan diri melalui interaksi dengan ilmu pemahaman perubahan sosial secara signifikan akan dinominasikan bahwa sukses itu tidak datang dengan tiba-tiba ada kerja keras dan kerja tuntas untuk merespon persoalan hidup.

Manusia yang berkualitas Salfa membeberkan, sesungguhnya harus disiapkan melalui beberapa tahap yakni penanaman sejak dini unsur aqidah, syariah dan akhlak secara kuat dan maksimal, sehingga siap melahirkan generasi yang cerdas, sabar dan shalih. Memberikan bekal ilmu sains dan keterampilan berbasis teknologi, sehingga terciptakan anak muda yang profesional dan inovatif.

“Di era Society 5.0. menyikapi problmatika hidup maka menurut mojang yang satu ini dalam menyikapi situasi sosial saat ini dibutuhkan pemahaman nilai-nilai rahmatan Lil alamin adalah memahami Alquran dan Hadits untuk menjadi pondasi anak muda sebagai landasan hidup,” ungkapnya.

Rahmatan lil alamin demikian Salfa, merupakan ciri keagungan nilai sebuah kepercayaan yaitu penjabaran secara kongkrit dalam realitas bingkai society 5.0, integritas dan dedikasi menjadi relasi kuasa untuk menjawab segala tantangan zaman dengan aspek teoritis dengan pertimbangan observasi.

” Saya yakin bahwa perubahan adalah keniscayaan, keberhasilan akan hadir ketika proses dilalui dengan jalan ikhtiar, selalu bekerja keras, mengedepankan kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual untuk meraih mimpi,” katanya.

Tentunya, himbau Salfa untuk kalian generasi milenial di luaran sana, rapatkan barisan persiapkan masa depan jangan takut untuk mencoba hal yang positif bahwa orientasi anak muda itu siap untuk meraih mimpi karena pada dasarnya kesuksesan bukan milik anak pejabat, anak konglomerat, kita juga yang terlahir dari keluarga biasa, keluarga sederhana, berhak meraih mimpi menggapai cita-cita insya Allah kita katakan sukses itu harga mati hidup anak muda pungkas Salfa Inmtizal Yasikur Bahtiar Selasa 31 Agustus 2021 Seputar Kampusnya Universitas Garut ( Kang Baden )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *