Sumedang.mediagempar.web.id – Sukses itu bukan jatuh dari langit, dan datangnya tiba – tiba, tapi meraihnya itu melalui proses panjang dan berliku, apalagi dalam dunia usaha jatuh bangun itu biasa, pasang surut senantiasa meningkahinya, sebab itu merupakan sunnatullah yang tak terbantahkan. Demikian ungkap Pelaku Usaha UMKM Bidang Pertanian Jai Suryani (50 tahun) pada mediagempar.web.id di Kampung Cigumentong, Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Selasa (10/8/2021).
Dan Cigumentong itu merupakan Desa terpencil merupakan areal pertanian, holtikultura seperti tomat, engkol, kentang yang luasnya puluhan hektar, yang di kelilingi hutan rimba masih perawan, dan hanya Kang Jai sendiri yang menekuni tani Jeruk di atas lahan seluas 3,5 hektar, kurang lebih hingga kini, sudah 5 (lima ) tahun.

“Permodalan merupakan faktor utama yang diperlukan untuk mengembangkan suatu unit usaha. Kurangnya permodalan UKM, karena pada umumnya usaha kecil dan menengah merupakan usaha perorangan,” ujarnya.
Menurut Kang Jai, begitu ia akrab disapa,Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas.Keterbatasan SDM usaha kecil kata dia, baik dari segi pendidikan formal maupun pengetahuan dan keterampilannya sangat berpengaruh pada manajemen pengelolaan usahanya, sehingga usaha tersebut sulit untuk berkembang secara optimal.
Ada 4 jenis lemon (Jeruk) yang dikembangkan usaha tani Kang Jai itu dianataranya, Lemon Kalifornia, Lemon Brazil, Maroko dan Yurika, dan berkat kerja kerasnya selama 5 tahun menekuni usaha tani hasilnya sudah mulai ia rasakan, apalagi jeruk merupakan salah satu bahan baku Vitamin C yang sangat dibutuhkan pada saat Pandemi Covid – 19 yang intensitas masih terus mencabik – cabik negeri kita tercinta ini.
Kalau panen jeruk demikian kata suami Ibu Munawaroh ini, tidak ada musimnya setiap lima belas hari sekali metik. Jika berapa lama dari proses menanam sampai berbuah imbuhnya, cuma sebelas bulan,
bibitnya langsung dari Wonosobo, dan pupuk kita memakai organik total. Dan 2000 lebih pohon jeruk terhampar luas ijo – ijo royo yang tiap 15 hari sekali dipetik (dipanen). Dan kini pelaku UMKM pertanian jeruk ini, selain menjual langsung jeruknya, tapi juga sudah memproduksi jenis lemon yang sudah dikemas dengan botol label atau mereknya Sari Lemon Sindulang. Buah Jeruk Pilihan Hasil Budidaya Petani dari Kebun Cigumentong. Meningkatkan Imun & Daya Tahan Tubuh. Harga perbotolnya Rp35.000,- perbotol. Kalau menjual jeruknya, kata dia banyaknya tergantung pesanan
“jumlah total jenis Lemon (jeruk) ada 6 (enam ), 4 (empat ) jenis untuk lemon dan 2(dua) jenis jeruk manis,” ujarnya, seraya mengatakan, Lahan yang ditanami jeruk 3,5 hektar.
Dalam rangka mendongkrak SDM papar Ketua Kelompok Tani Sindulang Lemon Skil Developmen, kami mendapat Bimbingan, dan sering mengikuti pelatihan baik dari Dinas Tenaga Kerja, lalu dari BAK dan tenaga ahli dari ITB yang diselenggaran di pusat Pelatihan Development Centar Pemkab Sumedang
Dan bantuan yang telah diterima Kang Jai dari Pemkab Sumedang berupa alat produksi semacam mesin penggilingan jeruk yang harganya sekitar Rp 20.000.000,- ( dua puluh juta rupiah). Dan penghasilan kang Jai dari UMKM pertanian jeruk yang digelutinya sebesar Rp 10.000.000,- perbulan.
“Dalam mengakhiri perbincangan untuk pengembangan usaha, terutama pemasaran baik jeruknya maupun yang sudah dikemas dalam botol, saya perlu dana segar sebesar Rp 30 juta rupiah, baik pinjaman lunak dari pihak Bank Pemerintah, atau seseorang yang siap kerjasama usaha. Ada pun, aturan mainnya bisa kita sepakati bersama,”pungkasnya. (Kang Baden).






