JAKARTA. mediagempar.web.id Persaudaraan (Persatuan Alumni 212 atau PA 212) mengomentari cibiran atau ocehan Dewi Tanjung Terhadap Habib Rizieq Shihab. Menurut PA 212, hanya komunis yang benci ulama.
Hal senada juga dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan/persatuan Alumni 212 atau PA 212, Novel Bakmumin saat ditanya soal cuitan/Ocehan politikus PDIP Dewi Tanjung yang kontroversial. Dalam twitnya, Dewi menyebutkan FPI dan PA 212 adalah teroris jika marah saat dirinya menginginkan semua poster Habib Rizieq Shihab di jalanan dibongkar.
Sikap Dewi Tanjung sebagai langkah komunis. Didauga Dewi telah melakukan kebencian terhadap ulama. kalau memang anti terhadap ulama yang istiqomah berarti komunis, karena hanya komunis yang membenci dan juga membantai ulama dan santri," kata Novel melalui pesan singkat kepada medea, Jumat (30/10/2020).
Poster dengan kalimat heroik dan penuh pengorbanan muncul jelang habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia awal November 2020 besok. (Youtube Front TV) Novel menyebut, Dewi sama sekali tak mengerti ideologi Pancasila jika meminta menurunkan poster Habib Rizieq sebagai ulama."Yang lebih parah lagi Dewi Tanjung sangat gagal paham tentang pancasila karna kalau ngerti pancasila sangat menjungjung tinggi nilai agama dan memuliakan ulama," ujarnya.
Dewi Tanjung menyebut FPI dan PA 212 adalah teroris jika marah dirinya menginginkan semua poster. Habib Rizieq Shihab di jalanan dibongkar. Dewi Tanjung menilai poster-poster itu sudah lama terpasang.

Dewi tanjung meminta kepada kepala daerah, Satpol PP, Dinas Kebersihan, dan Dinas Tata Kota untuk menertibkan poster Habib Rizieq itu ini. Alasannya Dewi tanjung meminta pencopotan poster HRS lantaran poster-poster tersebut sudahterpasang waktu lama. Politikus PDIP Dewi Tanjung berorasi dalam aksi demonstrasi di kawasan patung kuda Arjuna Wiwaha, kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020),
Politikus PDIP Dewi Tanjung meminta terhadap“Kepala daerah, Satpol PP, Dinas Kebersihan, dan Dinas Tata Kota tolong dong tertibkan poster si Rizieqyang bertebaran di sepanjang jalan.karna Udah cukup lama, wajar bila sekarang ditertibkan,” tutur Dewi Tanjung melalui akun Twitter miliknya dikutip pada Kamis (29/10/2020).\
“Apabila FPI dan 212 marah berarti mereka teroris yang bikin gaduh dan mengganggu kenyamanan,”tuturnya. Dewi Tanjung sendiri merupakan politikus PDIP yang kerap membuat pernyatan yang mengundangm kontroversi, sebelumnya Dewi tanjung pernah menyebut Najwa Shihab dengan acara yang ia pandu, tidak jelas arahnya.
Pernyataan itu cuitkan terkait dengan aksi Najwa Shihab yang mengajukan pertanyaan kepada kursi kosong, sebagai bentuksindiran terhadap Menkes Terawan yang tak kunjung memenuhi undanganMata Najwa, ungkap Dewi.“Kok nyari rating begini amat ya. Kita melihat Najwa ini semakin aneh dan arahnya tidak jelas,” kata Dewi melalui akun Twitter miliknya pada awal Oktober lalu. Bahkan, ia menyindir sosok Najwa dengan meminta agar menteri memperiksa otak Najwa. Dewi punmenyebut bahwa Najwa sedang kram otak lantaran dibuat pusing mengejar rating program acaranya di televisi.
“Pak Mentri coba dicek otaknya si Najwa bisa jadi sedang kram otak karena pusing mengejar rating untuk programnya,” ujar Dewi.Dewi Tanjung juga pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan hanyalah rekayasa belaka.pungkasnya. (H. Ridwan)






