Perusahaan PGE Sulit Ditemui, Ada Apa?

  • Whatsapp

TASIKMALAYA,  mediagempar.web.id- Usai di lantik oleh Kepala Desa Dirgahayu, ketua karang taruna baru H. Ridwan esok harinya tancap gas, mengundang ketua karang taruna dari 5 desa.

Inisiatip tersebut salah satu langkah adanya kebersamaan kerja kedepan, terutama dampak amdal dari perusahan pertamina(PGE), tutur Ketua Karang Taruna Desa Dirgahayu H.Ridwan.

Adapun ke lima ketua desa tersebut. Yakni, Desa Dirgahayu, Desa Kadipaten, Desa Cinta, Desa Cinta Manik, dan Desa Sukahurip.

Acara silaturahmi ini bertempat di kediaman Rumah H. Endang Rosidin(PRM). Hal ini dilakukan diharapkan adanya perubahan yang signipikan, dan Karang Taruna Ke lima amdal bisa bersatu yang harmonis. Selain itu hal penting yang harus di musyawarahkan, tutur Ridawa kepada MG di tempat terpisah Minggu, (31-10-2020).

Ketua Karang Taruna dari tampak hadir tepat waktu sekalipun ada ketua yang tidak sempat ha adir. Namun, hanya diwakil oleh wakilnya, dan untuk menjalin kebersamaan dalam setiap pertemuan kan menghadirinya, Ujar Ridwan.

Beberapa poin dari pertemuan tersebut ke Lima ketua karang taruna berinisiatip Untuk Silaturohmi ke managemen perusahan melalui surat yang di layangkan bersama. Namun, setelah surat di terima ternyata yang namanya perusahan BUMN (pemerinatah) mekanisme yang harus ditempuh yaitu ,harus ada antigent dan surat vaksin, dan yg lebih heran ke Lima amdal wakil yg di perbolehkan masuk hanya sebatasi dua orang.

………
Yang jadi persoalan terkait Antigent, sehingga pertemuan yang dijadwalkam tgl 2-11-2021,ke esokan harinya imformasi Lewat Grup humas dari PGE, bahwa perusahaan akan mempasilitasi untuk Antigen tersebut.Tetapi sangat disayangkan dari dua kepala desa tidak akan hadir dalam acara silaturahmi tersebut.

Ada kemungkinan yang ke tiga desa pun tidak akan hadir pula.
Sehingga, para ketua Karang Taruna akan melayangkan undangan khusus untuk menegemen PGE agar hadir kepada 5 Desa yang terkena amdal tanpa perwakilan, pasalnya mantan pejabat dulu menginformasikan adanya asumsu Dua kepala Desa

dari menegemen yang dulu menjabat selalu silaturahmi kepada lima amdal tersebut. Sedangkan, menegemen yang baru sulit untuk di temui apalagi.

Yang menjadi tuntutan ke lima amdal tersebut adalah, adanya usungan PT Lokal. Namun, setiap ada lelang pekerjaan PT yang tidak di usung dengan ke lima amdal pasti di undang ke PGE, ada apa dibalik itu, pungkasny, pungkasnya. (nyon saepudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *