BANDUNG, mediagempar.web.id– Di hari pertama, Jumat (28/04/2023), Prof Bambang Qomaruzzaman memastikan diri menjadi orang yang pertama mendaftar sebagai bakal calon Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung periode 2023-2027. Dengan membawa sebundel kelengkapan dokumen persyaratan calon rektor, menjadi pertanda idealisme Prof Bambang sebagai satu napas dari seluruh ADA (berkaitan dengan perjuangan), CITA (gagasan/ide), dan ASA (harapan).
Guru besar bidang Ilmu Kebijakan Pendidikan ini mendatangi Sekretariat Pemilihan Rektor UIN SGD tepat pada pukul 14.30 WIB di hari Jumat yang penuh barokah, dan diterima oleh panitia Usep Dedi Rustandi, didampingi Dadan Rusmana, dan Yana Aditia Gerhana.
Prof BQ –sapaan akrab Bambang Qomaruzzaman– merasa bangga dan terpanggil untuk ikut serta dalam kompertisi akbar pemilihan Rektor UIN Bandung, karena memandang bahwa kampus ini adalah lembaga besar yang mengusung nama Islam dan nama wali songo “Sunan Gunung Djati” yang cukup sakral.
“Masih banyak potensi dan peluang yang belum digali atau dimanfaatkan. UIN Bandung bisa lebih besar dari saat ini. UIN Bandung harus punya mimpi besar, misalnya menyebarkan lulusan yang menguasai ilmu agama Islam dalam spirit Sunan Gunung Djati yang berkhidmat untuk umat dan bangsa. Lalu secara manajerial UIN ini bisa jadi PTNBH,” tandas Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdhatul Ulama (NU), PWNU Jawa Barat ini.
Menurut Prof BQ, perlu ada keseriusan menangani mahasiswa dalam penguasaan ilmu agama Islam dasar seperti mengaji Al-Qur’an. “Kita harus serius karena itu modal utama kita, di samping juga harus sadar kebutuhan dan tantangan abad 21. Karenanya, visi saya mau UIN Bandung itu menjadi panutan, sehingga bisa melakukan inovasi bagi umat dan bangsa. UIN Bandung harus bereputasi global berbasis keumatan dan kebangsaan,” jelasnya.
Dosen UIN SGD kelahiran Serang 8 Desember 1973 ini mengukuhkan segala perjuangan dengan didorong oleh suatu cita membenahi persoalan-persoalan pendidikan. Dan, turut serta mengambil bagian atau berperan serta dalam berbagai tugas dan perjuangan membenahi kampus, mencetak generasi tangguh, berdakwah, dan upaya-upaya lain sehingga kampus menjadi lebih baik di masa depan.
Ia juga memiliki perasaan hati, gagasan, ide, dan rindu akan perubahan, walaupun disadari bahwa dunia tak kunjung sempurna, karena pembenahan tak bisa selesai hanya dengan ide bahkan dengan perjuangan. Namun demikian, ia tetap memiliki asa, yang difahami sebagai suatu harapan tentang suatu nasib baik pendidikan di masa yang akan datang. Dan, ia yakin pada suatu saat akan datang generasi yang lebih baik, karena asa akan terus menyala, takkan pernah padam. Kelak akan datang suatu negeri di mana masyarakatnya akan hidup dalam kondisi yang lebih baik.
Sebagai guru besar, Prof BQ memposisikan diri sebagai penjamin idealisme keilmuan. Apa yang diajarkan, bagaimana cara mengajarkannya, untuk apa diajarkan, dan mau jadi apa mahasiswa yang kuliah di kampus ini? menjadi tanggung jawab guru besar. Simbol lembaga Pendidikan Islam, lanjut Prof BQ, jangan hanya dilandasi semangat sekadar eksis, tetapi harus dimanaj secara baik, agar hasilnya maksimal dan sesuai dengan harapan masyarakat.
“Kita jangan abai administrasi dan manajemen. Jika aturannya baik, nasib orang-orang di suatu negeri akan baik pula; demikian sebaliknya. Kebijakan Pendidikan adalah aturan main mengenai bagaimana pendidikan di negeri ini dijalankan. Apa yang boleh dan tidak boleh dalam pendidikan? Untuk apa pendidikan dilakukan? Nilai penting apa yang harus diajarkan dan tak harus diajarkan? Semuanya itu produk dari Kebijakan Pendidikan,” jelas Guru Besar Fakultas Ushuluddin, bidang Ilmu Kebijakan Pendidikan ini.(nasa)
BIODATA PROF BQ
Riwayat Pendidikan:
– Program S1 IAIN Sunan Gunung Djati Bandung Prodi Aqidah dan Filsafat
– Program S2 IAIN Sunan Gunung Djati Bandung Prodi Aqidah dan Pemikiran Islam
– Program S3 Universitas Pendidikan Indonesia Prodi Administrasi Pendidikan
Aktivitas:
1. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam) PWNU Jawa Barat
2. Dosen Teologi dan Falsafah Islam UIN SGD Bandung,
3. Ketua Pusat Pengembangan Madrasah (PPM) Kementrian Agama Jawa Barat,
4. Ketua Prodi Magister Religious Studies Program Pasca sarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2013
6. Anggota MUI Jawa Barat 2016-2020,
7. Direktur pesantren Mahasiswa Al-Musyahadah Bandung,
8. Fasilitator Living Values Educational, Kemitraan Prodi Religious Studies PPs. UIN SGD Bandung dengan ALIVE Indonesia






