Bandung, mediagempar.web.id– Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sepertinya menggugat kebermaknaan tugas dan fungsi kepemimpinan. “Untuk apa pemimpin banyak gaya, sekadar pencintraan, tanpa menunjukkan produktivitas yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat?”
“Keur naon jadi gubernur lamun keur gagayaan wungkul, euweuh mangfaatna keur rahayat? Padahal di mata Allah, apapun profesi kita, yang dinilai adalah kebermanfaatannya,” ujar Ridwan Kamil saat berorasi di hadapan 7.199 mahasiswa baru, pada Sidang Senat Terbuka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaa (PBAK) 2022-2023 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Senin (29/08/2022).
Sikap introspeksi ini selalu menjadi sandaran spiritual bagi Ridwan Kamil dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin Jawa Barat. Kemudian sikap ini ia tanamkan kepada semua mahasiswa, yang akan menjadi pemimpin di masa depan.
“Apapun profesi kita, termasuk mahasiswa, harus produktif dan bermanfaat bagi orang lain. Sepertiga hidup ini buat diri sendiri, dua pertiganya untuk kepentingan orang lain,” jelas Kang Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil.
Landasan spiritual lainnya, lanjut Gubernur, niatkan bahwa kuliah ini semata-mata beribadah kepada Allah. Niat ini akan mengarahkan tujuan yang ingin dicapai, hidup akan terasa mudah, bahkan tidak akan cepat frustrasi manakala menemui kesulitan.
“Niatkan mencari ilmu semata-mata beribadah kepada Allah dengan ikhtiar menjadi mahasiswa UIN Bandung. “Saya pun demikian, niat menjadi Gubernur Jabar adalah ibadah, ikhtiarnya melalui keputusan dan kebijakan sebagai pemimpin,” jelasnya.
Tong Lalawora
Kang Emil juga mengingatkan semua yang hadir bahwa hidup di dunia itu hanya sementara. “Jabatan juga sementara. Mangkana tong lalawora! Ingat, Allah bisa memuliakan atau menghinakan seseorang, atas kehendak-Nya,” ujar Kang Emil, seraya menunjukkan permasalahan yang sedang viral di kepolisian akhir-akhir ini, itu juga kehendak-Nya.
Mengakhiri orasinya, Gubernur memberikan tip kepada semua yang hadir, “Mungpung masih diberikan nikmat dalam kesementaraan hidup ini, maka maksimalkan kesementaraan ini dengan sesuatu yang produktif”.
Sementara itu, pada tahun ajaran 2022-2023 UIN SGD Bandung menerima mahasiswa baru sebanyak 7.199, terdiri dari: Fakultas Ushuluddin 636, Tarbiyah dan Keguruan 1.813, Syariah dan Hukum 894, Dakwah dan Komunikasi 1.058, Adab dan Humaniora 669, Psikologi 229, Sain dan Teknologi 583, Ilmu Sosial dan Politik 544, dan Ekonomi Bisnis Islam 773. [algha]






