Garut mediagempar.web.id-Ketua DPC FAGAR Kecamatan Garut Kota, Sabit Mubarok, S.Pd mengatakan,
“Alhamdulillah Formasi Kouta untuk Guru Honorer yang tadinya hanya 857 berkat perjuangan pengurus DPP dan DPC FAGAR se-Kab. Garut waktu melakukan audensi ke DPRD Garut yang di hadiri oleh Bupati dan Dinas/Instansi terkait, Kami mendesak agar Pemkab. Garut untuk mengajukan revisi kuota menjadi 3.326 untuk Guru dan 2.000 lebih untuk Nakes dan tenaga honorer lainnya, Akhirnya terjawab sudah pada hari Kamis malam, Bupati secara langsung telah menyampaikan informasi hasil dari Kemenpan RB untuk Formasi kuota Guru Honorer sebanyak 3.326.”. Ujarnya penuh semangat.
Selanjutnya di tuturkan oleh Ketua DPC FAGAR Kec. Garut Kota, “Saya merinding melihat perjuangan FAGAR sejak tahun
2019, alhamdulilah FAGAR telah mampu memperjuangkan nasib guru honorer menjadi ASN P3K sebanyak 1.200 orang, dimana pada awalnya formasi tersebut hanya 250 orang. Ucapnya.
“hari ini juga (Kamis, 29/09/2022), saya lebih merinding dan terharu ketika mendengar langsung pernyataan dari Bupati untuk kuota guru honorer telah di ACC oleh Menpan RB sebanyak 3.326 yang awalnya hanya 857 orang. Ini akan menjadi kenangan tersendiri dan hari bersejarah buat FAGAR, di era kepemimpinan Ketum Kang Adeng Sukmana dan Waketum Ma’mol Abdul Faqih beserta pengurus DPP FAGAR yang lainnya telah mampu membuat perubahan dan paradigma baru, di era kepemimpinannya, alhamdulilah banyak prestasi yang telah di raih, mulai dari kenaikan insentif dari Rp. 200.000 naik menjadi Rp. 300.000. untuk itu kami atas nama DPC FAGAR se-Kab. Garut mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas sehingga para Umar Bakri bisa merubah statusnya dari honorer menjadi ASN P3K. Ujarnya penuh kebanggaan.
Demikian pula tentang nasib 148 guru honorer yang sudah lulus PG tapi akan di tempatkannya di daerah luar Garut, alhamdulilah dengan kepiawaian dari para pengurus DPP FAGAR, kemudian di lakukan loby-loby dan pendekatan kepada pihak-pihak dinas/instansi terkait, akhirnya membuahkan hasil, mereka juga akan di tempatkan di Sekolah Induk atau sekolah terdekat di wilayah Kab. Garut. Cetusnya.
Diakhir pembicaraan, Sabit Mubarok meminta kepada semua pihak untuk saling menghormati dan menghargai, tidak perlu saling mengklaim berkat jasa seseorang atau organisasi tertentu. Ini semua hasil kerjasama sama dari semua pihak, khususnya para pengurus FAGAR dan Ketua serta Pengurus PGRI Kab. Garut, Bupati dan Wakil Bupati Garut, Anggota Komisi 1 DPRD Garut, Bpk. Sekda, Kepala BKD, Kadisdik Garut serta yang lainnya, dimana mereka selalu membimbing dan membina kami dalam memperjuangkan nasib para guru honorer, semoga kebaikan dibalas oleh Allah SWT dengan yang lebih baik lagi.”. Pungkasnya. (AS)






