Catatan Kang Baden Pimpinan Redaksi Media Gampar.com
Bisa jadi ekstrimnya selama jagat (dunia) belum runtuh Korupsi terus tumbuh. Mengapa ? Perbuatan melawan hukum dan keuangan negara dirugikan baca digondol, digasak pemicunya atau akar masalahnya lebih disebabkan bukan saja karena “sarakah” ingin menumpuk pulus besar dengan menghalalkan segala cara, tapi juga karena memilik peluang untuk melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Peluang disini misalnya jadi pejabat Publik mulai dari jabatan Kepala Desa, Kepala Daerah Bupati/Wali Kota, Gubernur sampai Presiden, Pejabat Karier (birokrat) serta jabatan politik lainnya misalnya jadi anggota DPRD, Wakil Ketua DPRD, Ketua DPRD, anggota DPR – RI, Wakil Ketua DPR-RI sampai Ketua DPR – RI.
Korupsi tidak berdiri sendiri, tidak tunggal, satu sama lain saling mengunci rapat. Kemudian Pelaku korupsi bukan orang sembarangan rata- rata punya posisi penting dan latar belakang disiplin ilmu nyapun hebat, sederet gelar akademis melekat dibelakang namanya, malah ada yang bergelar profesor. Intinya yang tidak memeliki peluang, kesempatan aji mungpung tidak mungkin korupsi. Misalnya tukang cendol, Abang beca, kuli betot (bakul) diterminal tidak mungkin korupsi.
Kata orang bijak, semakin tinggi pohon, ketika badai, atau angin puting beliung menerpa dan mengguncangnya begitu dahsyat, jika akarnya tidak kokoh dan menusuk dalam ke perut bumi, so pasti akan tumbang.
Pemberantasan korupsi adalah serangkaian tindakan untuk mencegah dan menanggulangi korupsi (melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan sidang pengadilan) dengan peran serta masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undnagan yang berlaku.
Delik Tindak Pidana Korupsi
Ada tiga puluh bentuk/jenis tindak pidana korupsi yang dirumuskan dari 13 Pasal dalam UU Nomor 31 tahun 1999 jo. UU Nomor 20 tahun 2001.
Cara Jetu membumi hanguskan korupsi, Sang pembobolnya (koruptor) beserta kroni-kroninya diseret ke lapang terbuka, kemudian dihukum gantung, atau dihukum mati diberondong regu penembak jetu, disaksikan ribuan rakyat jelata.***






