Seperti Apakah Ruang Pemuda Untuk Berekspresi?

  • Whatsapp

mediagempar.web.id- Dalam acara Talkshow Youth City Changers (YCC) di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang, Minggu (7/8/2022), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpesan kepada wali kota di Indonesia untuk menyediakan ruang-ruang publik bagi anak-anak muda untuk berkreasi dan berekspresi.

“Pesan saya kepada seluruh wali kota, sediakanlah ruang-ruang publik yang baik, biarkan anak muda berkreasi, berekspresi. Kemudian, bikin gedung-gedung kreatif supaya dari ekspresi jadi ekonomi. Kalau mereka bisa sejahtera dari ekonominya, kota-kota itu akan luar biasa,” ucapnya. ( 26/08/22)

Sekilas, apa yang disampaikan oleh Gubernur Jabar tersebut nampak baik. Pemuda memang masa-masa yang penuh dengan ekspresi. Jika diberikan ruang, maka berpotensi melahirkan segudang kreatifitas. Tentu hal ini sangat positif, baik untuk para pemuda itu sendiri, untuk lingkungan bahkan hingga kemajuan sebuah negara.

Hanya saja, kreatifitas yang seperti apa yang diberikan ruang? Dan apakah motif dari kreatifitas harus selalu identik dengan kemajuan ekonomi?

Pada realitasnya, pemberian ruang ekspresi hari ini tidak memiliki batasan yang jelas, sehingga memungkinkan para pemuda menunjukkan ekspresi ataupun kreatifitas yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di negeri ini.

Fenomena CFW merupakan salah satu contoh ekspresi dan kreatifitas yang menjunjung tinggi kebebasan. Sebagian pejabat memberi apresiasi hanya karena menilai dari kaca mata ekonomi, tanpa memperhatikan dampak moral, sosial, lebih-lebih agama.

Berbagai kritik yang muncul tidak bisa meninggalkan pengaruh yang signifikan, karena apa yang dilakukan para pemuda tersebut dianggap sebagai kebebasan dari berekspresi yang dijamin dalam sebuah negara yang menganut demokrasi.

Meski hari ini fenomena CFW kian redup, namun secara realitas, di tempat-tempat lain dan dalam bentuk yang lain, para pemuda banyak yang tetap menunjukkan ekspresi dan kreatifitas. Bukan hanya sekadar untuk eksistensi diri, namun untuk mendapatkan keuntungan materi.

Ketika para pemuda sibuk mengisi waktu dengan menunjukkan ekspresi atau kreatifitas yang menjunjung tinggi nilai ekonomi, akan berdampak pada lahirnya pemuda materialistis, hedonis dan individualistis.

Hal ini tentu tidak boleh dibiarkan. Indonesia merupakan negara dengan jumlah mayoritas muslim. Semestinya, para pemuda didorong untuk berekspresi dan berkreatifitas dilandasi dengan tujuan untuk menyiarkan agama Islam dan demi memajukan peradaban Islam.

Hanya saja, satu hal yang mustahil ketika masyarakat dan negeri ini masih kental dengan ruh sekulerisme. Oleh karena itu, perlu ada perubahan secara mendasar dalam segala aspek, agar bisa lahir para pemuda pelopor perubahan.

Betul bahwa para pemuda wajib diberikan ruang untuk berekspresi dan menunjukkan bakat mereka. Hanya saja dalam Islam, ekspresi dan kreasi akan diarahkan untuk kemajuan peradaban Islam.

Islam tidak akan membiarkan para pemuda menunjukkan ekspresi dan kreatifitas yang bertentangan dengan syari’at Islam semisal berpakaian yang mempertontonkan aurat, berpacaran, dan sebagainya.

Seperti apakah ekspresi atau kreasi yang diperbolehkan dalam Islam?

Secara realitas, kreatifitas dan ekspresi akan sangat dipengaruhi oleh sekumpulan ide atau peradaban (hadharah). Semisal hari ini, karena masyarakat sangat kental dengan peradaban Barat, maka ekspresi yang muncul pun akan terpengaruh oleh Barat.

Maka, harus dipahami terlebih dahulu terkait dengan apakah ekspresi tersebut dipengaruhi atau lahir dari peradaban selain Islam atau tidak?

Para pemuda wajib dibina dengan tsaqafah Islam, agar mereka mampu membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, mana halal mana haram. Sebab, Islam melarang segala bentuk pandangan hidup di luar Islam.

Namun, Islam membolehkan kaum muslim untuk menerima ilmu yang berkaitan dengan dunia semisal industri, sains dan teknologi, meski didapatkan dari mereka yang bukan Islam.

Oleh karena itu, para pemuda akan diberikan ruang untuk mengembangkan bakat mereka dalam dua hal:

Pertama, memperdalam ilmu agama atau tsaqafah Islam. Mereka lah para pemuda yang sangat diharapkan mampu menjaga agama dan negara dari berbagai serangan pemikiran di luar Islam.

Kedua, memperdalam sains dan teknologi. Merekalah para pemuda yang mampu menjadikan Islam sebagai negara yang kuat dengan segala persenjataan canggih dan mutakhir, yang mampu menggentarkan musuh-musuh Islam.

Bahkan, Islam memberikan ruang kepada para pemuda untuk memperdalam keduanya. Karena memang tidak ada pemisahan antara dunia dan akhirat. Sehingga dia bisa menjadi seorang ulama sekaligus ilmuan,

Untuk itu, negara akan memberikan fasilitas dan sarana prasarana, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Para pemuda akan dikondisikan untuk senantiasa sibuk menunjukkan ekspresi positif dengan menuntut ilmu dan menyebarkannya.

Dengan hal inilah maka keberadaan para pemuda akan sangat mampu mewujudkan negara yang memiliki peradaban gemilang.Pungkasnya(N Vera kharunisa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *