Garut mediagempar.web.id-Disela-sela kesibukannya sebagai Kepala Sekolah, Lina Lusiana, S.Pd, M.M.Pd menerima kunjungan dari tim jurnalis mediagempar.web.id, pada hari Rabu, 14/0/2022.
Ketika di konfirmasi tentang sejarah awal berdirinya SMAS PGRI Kurnia, Beliau menuturkan bahwa
SMAS PGRI Kurnia secara resmi didirikan pada tahun 1982 dibawah naungan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (YPLP PGRI) di Jl. Raya Limbangan – Tasik, Desa Kurnia Kec. Kersamanah Kab. Garut dan sudah berganti 3 Kepala Sekolah, dimulai dari Bapak Alm. Ade Hidayat BA, kemudian Bapak Drs. H. Yayat Suherman K. M.Pd. dan sejak tahun 2020 Saya diberikan amanah untuk menjadi kepala sekolahnya. Ujarnya penuh semangat.
“Mengenai program sekolah, Alhamdulillah mulai tahun 2022 telah lolos menjadi Sekolah Penggerak, sehingga kurikulum yang digunakan di kelas X, Fase E adalah kurikulum Merdeka dan untuk kls XI dan XII masih menggunakan kurikulum 2013.”. Ucapnya.
Sedangkan Visi dari SMAS PGRI Kurnia adalah Membentuk peserta didik yang unggul dalam bidang akademik dan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Cetusnya.
“Pada tahun ajaran 2022-2023 Alhamdulilah jumlah peserta didik reguler di sekolah kami mengalami pasang dan surut kadang bertambah kadang juga berkurang, dikarenakan banyaknya sekolah-sekolah baru yang didirikan d lingkungan sekolah kami, tetapi alhamdulillah jumlah siswa reguler tahun ini masih tetap stabil yaitu sekitar 458 siswa terdiri dari 4 rombel kelas X, 5 rombel kls XI program MIPA dan IPS dan 5 rombel kelas XII juga program MIPA dan IPS. Ungkapnya.
Lulusan SMAS PGRI Kurnia dari tahun ke tahun, alhamdulilah ada yang melanjutkan study ke perguruan tinggi semakin bertambah, ada yang masuk PTN maupun PTS, ada juga yang mengikuti Pendidikan di TNI AD/POLRI, sisanya kebanyakan alumninya bekerja dan menikah. Imbuh Lina Lusiana.
Lebih lanjutkan di ungkapkan Kepala SMAS PGRI Kurnia, Seperti yang kita ketahui dengan adanya perekrutan CPNS dan PPPK, setiap tahun sekolah kami kehilangan guru-guru terhebat yang sudah bersama-sama memajukan sekolah ini, karena mereka lulus PNS ataupun PPPK, akhirnya kami kekurangan guru tersebut, oleh karena itu kami harus bekerja keras lagi mencari tenaga pendidik baru dan membimbingnya kembali untuk bisa menjadi pendidik yang handal dan profesional. Ujarnya.
Namun demikian Alhamdulillah untuk jumlah pendidik/guru di SMAS PGRI Kurnia ada 44 orang dan sudah bergelar S1, dan 4 orang bergelar S2. dan 3 orang pendidik alhamdulillah sudah mendapat Sertifikat pendidik dan satu orang lagi sedang dalam proses Diklat PPG. Sedangkan untuk TU nya ada 8 orang.
“Prestasi sekolah yang sudah dicapai tahun ini yaitu kami lolos menjadi Sekolah Penggerak dalam seleksi Program Sekolah Penggerak Angkatan Ke-2.
Adapun prestasi siswa sebelum masa pandemi covid 19 banyak sekali, diantaranya menjadi juara 2 mapel TIK OSN d tingkat kabupaten dan lanjut ke tingkat Provinsi, kemudian juara tenis meja putera dan puteri di tingkat Kabupaten dan melaju ke tingkat Provinsi, juara favorit pasanggiri jaipongan di tingkat Provinsi, juara pertama Pasanggiri Basa sunda juga di tingkat Provinsi, juara ke-2 FLS2N monolog d tingkat Kabupaten dan lain-lain.”. Ungkapnya penuh kebanggaan.
Untuk tahun sekarang ini, kami mulai fokus lagi untuk lebih mendisiplinkan siswa, membuat siswa betah belajar di sekolah, dengan mengadakan pengembangan diri/ekstrakurikuler di sekolah, seperti : PRAMUKA, PASKIBRA, Marching Band, Teater Bambu, English Club, Arabic Club, Menjahit, Paduan Suara, Seni Tari, Beauty class dll. Mudah-mudahan dengan kegiatan ekstrakurikuler tersebut, kami dapat menggali kembali potensi dan bakat siswa, sehingga sekolah kami bisa meraih prestasi kembali di masa yang akan datang. Cetus Bu Lina Lusiana penuh optimis.
Di akhir perbincangan, Kepala SMAS PGRI Kurnia yang memulai karir PNS pada tahun 2007 menuturkan program unggulan, dimana setiap siswa di wajibkan untuk mengikuti kelas TIK supaya mempunyai keterampilan komputer untuk membekali peserta didik di masa depan dan Percakapan Bahasa Inggris, juga keterampilan menjahit. Dan untuk tahun ini kami sudah memulai program literasi yaitu One Day One Ayat untuk kelas X Fase E.
Hasilnya, Alhamdulillah peserta didik kelas X sudah menghafal Q. S. AnNaba, dan sekarang sedang dilanjutkan dengan QS. An Nazi’at. Dengan begitu diharapkan peserta didik memiliki karakter yang berahlakul karimah serta menjadi anak- anak yang sholeh dan sholehah. Pungkasnya.(AS)






