Bandung, mediagempar.web.id– UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara virtual dengan Universitas Sultan Zaenal Abidin Malaysia, dalam pengembangan kualitas sumber daya tenaga pengajar.
MoU ditandatangani Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Mahmud dan Nain Canselor Prof Dato Hassan Basri Awang Mat Dahan, melalui aplikasi zoom meeting, Rabu (10/02/2021). Dihadiri oleh Wakil Rektor I Prof Rosihon Anwar; Wakil Rektor III Prof Ah Fathonih; Wakil Rektor IV Prof Hj Ulfiah; Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Akhmad Lutfi; dan para dekan di lingkungan UIN SGD.
Menurut Prof Mahmud, kerja sama ini merupakan implementasi dari hubungan bilateral antara Malaysia dan Indonesia dalam bidang pendidikan. “MoU ini memfokuskan pada peningkatan kualitas dosen. Pihak Jinan University bersedia menyediakan beasiswa untuk tenaga pengajar dari UIN SGD Bandung. Mengenai jumlahnya, masih dibicarakan,” tegasnya.
Dipilihnya Malaysia sebagai mitra kerja sama, karena negara Jiran satu rumpun Melayu, termasuk negara moderat dengan penduduk yang plural tetapi memiliki tingkat toleransi sosial yang tinggi. Kondisi ini sangat cocok program UIN SGD Bandung yang tengah memperkuat nilai-nilai Islam Nusantara berkeunggulan dan berbasis kearifan lokal.
Program yang disepakati di antaranya: pertukaran mahasiswa dan dosen; melakukan webinar Internasional tentang peningkatan kualitas pendidikan Islam. Untuk kegiatan teknisnya dilanjutkan PKS masing-masing fakultas,” ungkapnya.
Wakil Rektor IV, Prof Hj Ulfiah menambahkan, UIN sebagai perguruan tinggi Islam perlu memperluas jejaring, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Semuanya tidak dapat dikerjakan sendiri, harus ada mitra yang berfungsi saling koreksi dan saling memberdayakan potensi. “Maka, dipandang penting bekerja sama dengan negara lain, salah satunya Malaysia. Sebelumnya bekerja sama dengan Jerman dalam program visiting professor,” paparnya.
Nain Canselor Prof Dato Hassan Basri Awang Mat Dahan mengatakan, hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia harus dilaksanakan oleh perguruan tinggi. Dipilihnya UIN Bandung karena perguruan tinggi tersebut merupakan salah satu kampus Islam terkemuka di Indonesia yang menghasilkan lulusan berkualitas.
Ikut hadir dari pihak Universitas Sultan Zaenal Abidin Malaysia, Encik Ismail Musa; Dekan Fakulti Sains Sosial Gunaan Prof Norizan Abd Ghani; Dekan Fakulti Sains Sosial Gunaan Prof Norsuhaily Abu Bakar; Dekan Fakulti Pengurusan Perniagaan Prof Ahmad Azrin Adnan; Dekan Fakulti Kontemporari Islam Prof Engku Ahmad Zaki Engku Alwi; dan Dekan Fakulti Informatik dan Komputer Prof Madya Hj Nazari Che Rose.*






