Bandung- mediagempar.web.id. Sejak tanggal 6 hingga 8 Oktober 2020, volume sampah di Kota Bandung alami peningkatan.
Hal ini terjadi setelah adanya aksi unjuk rasa penolakan Omibus Law Undang-undang (UU) Cipa Kerja (Ciptaker) yang berlangsung selama 3 hari. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Kamal Purbani.
Menurutnya, sampah anorganik menjadi jenis sampah paling mendominasi dalam aksi unjuk rasa tersebut. Plastik dan kertas merupakan jenis sampah anorganik yang paling menonjol dalam data pengelolaan sampah DLHK Kota Bandung selama 3 hari aksi unjuk rasa, papar Kamil.
“Sampah seperti botol plastik bekas minuman, dan beberapa jenis kertas seperti tissue paling mendominasi saat diangkut oleh petugas kami,” tutur salah seorang petugas kebersihan DLHK Kita Babdung Kamal.
Kamalia menambahkan, peningkatan volume sampah dalam tiga hari aksi unjuk rasa Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kota Bandung sekitar tiga kali lipat dibandingkan hari biasa, pungkasnya.(T-02)






