Wanita Apalagi Janda Harus Bangkit Menjadi Iron Women dan Mandiri

  • Whatsapp

 

Garut.Mediagempar. Siapa sangka seorang perempuan asal Desa terpencil yang jauh dari keramaian Kota, bisa sukses meniti karier bisnisnya di Ibu Kota. Dengan modal tekad, kerja keras, kerja cerdas dan ikhlas serta tidak lekas patah arang dalam kurun waktu beberapa tahun Nia Nurhayati begitu nama lengkap Ibu berparas anggun penduduk Kampung Poronggol, Desa Ciwangi, Kabupaten Garut- Jawa Barat sukses menapaki usahanya di dunia fashion di Ibu Kota.

“Sukses itu bukan jatuh dari langit dan datang ujug – ujug (tiba-tiba) tapi melalui proses panjang dan berliku,” ungkap Teh Nia pada mediagempar.web.id di Kediamannya, Seputar Kampung Poronggol, Minggu (17/4/2022) sore lalu.

“Aku tidak pernah membayangkan akan mengalami kepahitan hidup seperti yang aku alami. Seperti biduk rumah tangga yang telah dijalin bersama suami harus berakhir dengan penceraian,” ujarnya.

Teh Nia megatakan, setiap pasangan pun pasti menginginkan dalam mengarungi Bahtera rumahtangganya itu abadi dan langgeng, tapi Taqdir terkadang berbicara lain. Udah lah masalah itu tidak perlu dibahas dan anggaplah pernik- pernik kehidupan. Sebab kata orang bijak demikian tandasnya Jodo, Pati, Bagja Cilaka lain urang anu ngatur (bukan manusia yang mengatur) tapi sudah menjadi Skenario Allah SWT.

Kisah-kisah yang begitu memilukan, masih Menurut Teh Nia, tadinya kukira sebatas dalam dongeng, sinetron atau film saja.

Perkawinan yang kandas itu tak terhindarkan ketika perahu rumah tangga kami tak lagi dapat dipertahankan.

“Aku pikir waktu itu, terasa dunia telah bertindak tidak adil padaku. Namun aku berusaha untuk tetap tegar dan menerima kenyataan pahit ini.

“Lets gone be by gone yang lalu, biarlah berlalu. Masalahnya sekarang dan hari- hari berikutnya (kedepan) adalah bagaimana aku bertahan hidup, sedangkan aku bukanlah pegawai ataupun karyawan. Inilah yang sering membuatku menitikan air mata. Aku bekerja serabutan, berdagang kain hingga kreditan barang elektronika,” bebernya mengenang.

Lebih lanjut Teh Nia mengatakan, semuanya dia, kerjakan asalkan dapat bertahan hidup, sebab dirinya jadi tulang punggung keluarga.

Salah jika orang memendang single parent hanya bisa (mampu) berkiprah ‘Do The best’ manakala ada suami.

“Argumen naif itu Aku patahkan faktanya, Aku mampu hidup mandiri serta berwira usaha, tidak tergantung pada sosok seorang suami atau pendamping hidup. Jadi, Intinya bagi Aku selagi sehat, kuat, kita akan tetap terus berusaha,” terangnya.

Tapi seiring bergulirnya waktu kata dia, usahaku merangkak naik.
(Kang Baden)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *