Bandung.mediagempar.web.id- JIKA NIAT sudah disematkan dalam hati, dan dipikirkan secara matang segala konsekwensinya untuk maju dalam kontestasi Pilkada bagi pasangan Yena Iskandar Ma’soem – Atep pantang untuk melemparkan handuk, atau menggantungkan sepatu sebelum Pilkada berakhir.
Bagi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung, Yena Iskandar Ma’soem dan Atep optimistis pihaknya dapat memenangkan Pilkada Kabupaten Bandung. Pasangan yang diusung PDIP dan PAN tersebut siap membawa angin perubahan di Kabupaten Bandung yang beraroma politik dinasti.
Calon Bupati Bandung, Yena Iskandar Ma’soem mangatakan meski dirinya baru pertama kali mengikuti kontestasi politik, ia mengaku sangat siap berkompetisi dengan pasangan lain yang lebih dulu terjun ke politik. Tim pemenangannya, kata Yena, sudah menyiapkan strategi khusus untuk memenangkan Pilbup Bandung sekaligus mengakhiri politik dinasti di Kabupaten Bandung.
“Saya hadir untuk membawa perubahan di Kabupaten Bandung. Harus terjadi perubahan (jangan ada dinasti). Saya siap mewujudkan tata kelola yang bersih, transparan dan profesional,” paparnya pada mediagempar.web.id belum lama ini.
Calon Bupati Bandung, Yena Iskandar Ma’soem yang mengusung konsep perubahan untuk Kabupaten Bandung.
Putri dari pengusaha top (alm) Nanang Ma’soem tersebut menyebut ia dan mantan kapten Persib Atep sudah memiliki konsep besar atau grand design untuk membangun Kabupaten Bandung ke depan agar lebih maju.
Sejak awal, niatnya untuk maju dalam gelanggang politik praktis ikut konstestasi Pilkada Kabupaten Bandung, demikian kata dia, sama sekali bukan untuk mencari uang dan kekuasaan. Tujuan dirinya terjun ke dunia politik, untuk mengayomi dan memberi kemaslahatan lebih besar untuk masyarakat Kabupaten Bandung.
“Kalau nyari uang, insya Allah kami sudah cukup. Niat kami hanya untuk mengabdi dan memberi kemaslahatan besar bagi masyarakat Kabupaten Bandung. Insya Allah kami komitmen tidak akan korupsi, itu juga pesan Bu Megawati,” ungkapnya.
Menurut Yena, potensi besar yang dimiliki Kabupaten Bandung baik dari sisi SDM maupun sumber daya alam (SDA), ujar Yena, seharusnya membuat Kabupaten Bandung maju pesat dan masyarakatnya sejahtera. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung pun, tandasnya, seharusnya di atas rata-rata Jawa Barat dan nasional.
Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa salah satu kunci untuk terjadinya perubahan besar adalah dengan memilih pemimpin baru yang memiliki gagasan besar untuk melakukan perubahan. Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional juga tak kalah penting, sehingga praktik KKN pun dapat diberantas.
“Banyak potensi yang belum tergali maksimal. Wisata berbasis budaya lokal belum dimaksimalkan. Saya akan menjadikan Desa menjadi fokus pemerataan pembangunan. 3,6 juta penduduk Kabupaten Bandung juga adalah potensi besar untuk membuat perubahan di Kabupaten Bandung,” ujar Yena penuh semangat.
Salah satu fokus pembangunan yang akan dilakukannya yakni tidak hanya pembangunan fisik atau infrastruktur, melainkan juga pembangunan manusianya atau sumber daya manusia (SDM).
“Saya akan menciptakan manusia yang unggul, beriman dan bertakwa dan berdaya saing tinggi,” tutur pengusaha yang berparas anggun ini.
Didukung militansi kader PDIP dan PAN serta tambahan dukungan PSI dari partai non parlemen, pasangan Yena-Atep mengaku optimistis dapat meraih simpati besar dari masyarakat Kabupaten Bandung. Faktor kedekatannya dengan Presiden Jokowi juga diharapkan dapat membantu kemenangan Yena-Atep di Pilkada Kabupaten Bandung.
“Saya dan Kang Atep optimistis dapat memenangkan Pilkada Kabupaten Bandung ini dengan konsep dan strategi yang kita miliki. Karena harus terjadi perubahan di kabupaten Bandung,” tegas Yena.(Kang Baden).






