Mediagempar.web.id-Makanan Bergiji Itu Di Duga Licin bagaikan belut, nalarnya cerdas, oprasinya senyap dan kasat mata, malah etos kerjanya rapih, sistemik dan masif jauh lebih hebat ketimbang tuyul sesungguhnya. Dan memang penjahat Tidak perlu pakai kerah putih. Koruptor tidak perlu jabatan, dalam benaknya itu bagaimana mendulang (meraup) fulus sebesar- besarnya yang hasilnya luar biasa.
Seperti baik di Kabupaten maupun Kota Tasikmaya kini tengah naik daun serta viral, dan jadi pergunjingan publik yang trendnya meroket tajam.
Berapa besarnya setiap satu porsi makanan yg di salurkan sama siswa siswi sekolah? hampir 50 Persen dari total dana tersebut itu Di Duga di bagi bagi sama intasi terkait.dan ini di sebut digasak oleh tuyul berwujud manusia yang matanya selalu hijau melihat duit besar.
Faktanya setiap Makanan yg Di Sebut Makanan Bergiji yang akan Di Salurkan ke setiap Sekolah sekolah seharusnya di cek dulu..jangan sampai oknum- oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaat kondisi seperti ini.
Kata orang bijak “Singa ditakuti karena diam” sementara anjing menggonggong tak lebih hanya dijadikan mainan. seperti bagaimanapun keras dan kritisnya berbagai elemen masyarakat Tasikmalaya,,yang di khawatirkan.. Orang Tua Siswa siswi menanganinya seperti ” Bekicot Berjalan”.
Bisa jadi, kasus Kasus Seperti Keracarunan di sekeolah sekolah yg banyak beredar di berita online Terutama yg ada di Tasikmalaya, harus ditangani oleh Lembaga anti suap baru Ces pleng.
Satu porsi Makanan Itu di Hargakan Berapa?Contohnya Makanan Bergiji (MBG) sampai ke penerima Manfaat sisanya ke mana? Tak jelas rimbanya, Itulah tuyul yg berwujud manusia.Atau Keuntungan Semata.untuk Memperkaya Diri Sendiri.
Orang Besar selalu berbicara Tentang Ide,Orang biasa berbicara tentang kejadian,orang kecil Berbicara tentang Orang lain,Itulah realita yang jelas-jelas nyata.Tapi kalau orang Bijak akan menerima Kebenaran,kalau orang Bodoh akan mendebat atau mencari pembenaran atas kesalahan. Intinya menuntaskan kasus kasus kercunan yg menimpa siwa siswi di sekolahan tidak bisa dengan tarik ulur dan cukup hanya mengandalkan komitmen saja, tapi harus ada keberanian.






