mediagempar.web.id- Jangan takut gagal itu kata orang bijak dan Arif. Sebab kegagalan merupakan teman akrab dalam kehidupan kita. Siapa yang tidak pernah mengalami kegagalan dalam hidup meski sekali.
Hampir dapat dipastikan bahwa setiap orang pernah mengalami kegagalan. Untuk sekedar menghibur atau obat kegagalan orang bilang “kegagalan adalah sukses yang tertunda” atau ” kegagalan adalah awal kesuksesan”. Tentu saja, mantra positif tersebut diucapkan untuk mendorong, memicu, memberikan semangat.
Namun kalimat itu sering kita pakai lantaran kita tidak tahu apa yang harus kita katakan atau lakukan. Padahal ungkapan positif itu bila diungkapkan, dan dijalani dengan tulus bisa menjadi benteng kokoh untuk menghadapi serangan “virus kegagalan” dalam hidup kita.
Hidup ini, sesungguhnya adalah University of failure atau Universitas kegagalan. Jadi, jangat takut kepada kegagalan. Kegagalan awal menuju kesuksesan. Jikan anda khususnya pembaca mediagempar.web.id melihat banyak orang sukses dan berhasil. Anda atau pembaca setia Portal berita ini harus segera menyadari bahwa mereka berangkat dari ketidak berhasilan.
Mereka telah mengalami kegagalan demi kegagalan dalam hidup mereka. Itu adalah umum yang terjadi pada siapa saja. Seringkali kita tidak sadar bahwa kegagalan yang terjadi pada kita sebenarnya adalah sebuah kesuksesan yang tertunda.
Ada tiga hal pokok dalam memandang kegagalan. Pertama, kita harus sadar bahwa semua orang pernah gagal, semua pembisnis pernah bangkrut, semua bisnis yang sukses bermula dari kecil dan mengalami sandungan yang sangat banyak.
Kedua, kita harus mampu memandang kegagalan dengan kecamata yang benar dan mampu belajar dari kegagalan, ketiga kita harus mampu bangkit dari kegagalan.
Hidup pasti merupakan proses perjalanan waktu. Tidak ada sikap apriori atau benci pada keadaan apapun tentang waktu, sebab kita hidup dalam kurun waktu. Orang lebih sering merasakan waktu lampau sebagai penjara pengalaman nista, naif dan penuh derita. Padahal tak ada “hari ini” tanpa kehadiran “hari kemarin” tak ada hari ini tanpa kesadaran hari esok.
Jadikan hari kemarin sebagai pengalaman, hari ini sebagai kenyataan dan hari esok sebagai bayangan harapan. Perpaduan tiga waktu ini akan menghasilkan prestasi hidup yang berjalan sepanjang masa, bergerak secepat cahaya, berlangsung sepanjang waktu, bukan hanya sewaktu – waktu. Semoga.***






