Kamis, 12 November 2020 19:35 WIB
Cianjur, mediagempar.web.id- Kuota tambahan pupuk bersubsidi yang sempat sulit didapatkan petani di wilayah Cianjur Jawa Barat sudah ditambah hingga 14.000 ton beberapa bulan lalu. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Cianjur, Mamat Nano.
Menurutnya, total pupuk bersubsidi jenis urea hampir sama dengan kuota tahun lalu, sebesar 35.000 ton sesuai dengan kebutuhan per tahun selama musim tanam di Cianjur,” ungkapnya.
Ia menjelaskan pendistribusian kuota tambahan untuk memenuhi kebutuhan petani itu sempat terhambat karena ada keterlambatan penerbitan SK dari Kementerian Keuangan.
Namun, mulai pekan ini, kuota tambahan pupuk bersubsidi tersebut, sudah dapat dibeli petani di masing-masing agen dan kios resmi yang ditunjuk sebagai penyedia mulai dari wilayah utara hingga selatan.
Dipastikan peningkatan minat petani terhadap pembelian pupuk bersubsidi, yang terlihat dari tingginya pengajuan untuk mendapatkan kartu tani, yaitu hingga 5.000 orang dari seluruh wilayah Cianjur dalam sebulan terakhir.
“Bagi yang belum memiliki kartu tani, tetap dapat membeli pupuk dengan menggunakan e-KTP untuk sementara waktu, sambil menunggu keluarnya kartu tani yang mereka ajukan. Memang ada sebagian petani yang hingga saat ini belum masuk sebagai pemilik kartu tani,” ungkapnya.
Ia mengharapkan seluruh petani di Cianjur sudah memiliki kartu agar memudahkan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi dan berbagai kemudahan lainnya, karena masih banyak petani yang malas untuk mengurus kartu tani dengan berbagai alasan.
“Pengajuan kuota pupuk tersebut, berdasarkan Rencana Detail Kebutuhan Kelompok (RDKK) di masing-masing wilayah, sehingga petani harus masuk ke dalam kelompok tani dan memiliki kartu tani guna mengetahui kebutuhan pupuk setiap tahunnya,” pungkas Nano.( T.02)

