Tasikmalaya.mediagempar.web.id – Namanya rekayasa (akal bulus) suatu saat kedoknya akan terbongkar. Seperti kecurigaan warga Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya terus mempertanyakan keberadaan dan penanganan Ambulance Desa tersebut sejak Kecelakaan lalu lintas di Tol Cipularang 4 bulan lalu hingga kini tak jelas juntrungnya.
Menurut Sumber yang bisa dipercaya, ketika gencar- gencarnya Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta beberapa bulan lalu, ada beberapa warga Desa Kamulyan memohon kepada Kepala Desa agar dijemput pulang pakai ambulance karena sakit, begitu tiba di tol Cipularang nasib sial menimpanya menabrak trotoar kecelakaan lalu lintas.
Ambulance Nopol Z 9920 HO hibah dari Provinsi Jabar kepemilikannya atas nama Kepala Desa penanganannya terus digugat warga dan diduga keras jadi ajang mendulang uang segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Namanya kecelakaan, ambulan tersebut pasti diamankan di Kantor Polisi, tapi yang terjadi diamankan di Daeler resmi Daihatsu Soekarno Hatta Bandung,tapi anehnya sekarang ada di bengkel perorangan cijambe,”ungkap Beberapa warga Desa Kamulyaan.
Kepala Desa Kamulyaan H.Jajang jasmara ketika ditanya ikhwal mobil ambulance tidak ditangani diamankan di kantor Polisi, malah dibawa kediler dan berapa biaya perbaikan, ia mengatakan sebesar Rp37.500.000,- sementara kata bengkel biaya perbaikan senilai Rp30.000.000,-tanpa kuitansi dan sama sekali belum ada pembayaran. Tidak ada yang singkron. Ada apa dan mengapa ? (Iwan Setiawan).






