Siapkah Dunia Meredam?

  • Whatsapp

OLEH: SIGHAR

mediagempar.web.id– Lebih dari satu juta orang manusia di seluruh dunia harus meregang nyawa direnggut virus ganas Covid- 19 dalam kurun waktu 9 bulan.

Wabah yang dimulai dari China pada akhir Desember 2019 ini, juga telah memporak- porandakan (merusak) ekonomi global, mengobarkan ketegangan geopolitik, dan mempersulit kehidupan warga dari daerah kumuh India, hutan Brasil, hingga kota terbesar di New York, Amerika Serikat.

Pesta olahraga dunia, hiburan dan perjalanan internasional terhenti karena penggemar, penonton, serta turis dipaksa untuk tinggal di rumah. Terlebih dunia pendidikan benar- benar nampak dan terkesan lumpuh.

Pengendalian drastis yang menempatkan separuh umat manusia — lebih dari 4 miliar orang di bawah penguncian pada April 2020 telah memperlambat langkah penyebarannya.

Amerika Serikat memiliki jumlah kematian tertinggi lebih dari 200.000 orang, akibat Corona COVID-19 diikuti Brasil, India, Meksiko, dan Inggris.

Jumlah kematian global akibat Corona COVID-19 diprediksi bisa mencapai jutaan jiwa sebelum vaksin tersedia. Bahkan bisa lebih tinggi lagi tanpa upaya keras untuk mencegah penyebaran virus baru ini.

Apakah kita siap secara kolektif untuk melakukan apa yang diperlukan untuk menghindari itu ? seiring jumlah kematian umat manusia di dunia menjadi dua kali lipat.

Memang virus ganas Covid-19 sejak pertama kali muncul di China pada akhir Desember 2019.

Pemerintah bekerja semakin intens dengan menerapkan semua protokol.

jika semuanya tidak dilakukan, maka kematian bukan hanya jutaan bahkan miliaran, hal ini disarankan sebagai langkah upaya dalam menangkal kematian yang disebkan oleh Virus-19 tersebut.

“Bukan hanya tes dan lacak, bukan juga perawatan klinis, bukan hanya social distancing, bukan hanya kebersihan, bukan hanya masker, bukan hanya vaksin. Laksanakan semuanya,” semuanya itu ditempuh oleh sebagian warga Indonesia bahkan dunia.

WHO juga khawatir karena berbagai negara sudah masuk musim gugur, tetapi kasus sudah melonjak padahal musimnya baru dimulai. Masyarakat juga diminta agar tidak hanya mengandalkan vaksin COVID-19 saja, sebab banyak orang yang bisa meninggal saat menanti vaksin.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *