BANDUNG, mediagempar.web.id– Dalam rangka mewujudkan visi Unggul dan Berdaya saing, UIN SGD Bandung memerlukan mitra internasional agar visinya mendunia. Pada tahap awal, UIN SGD Bandung memilih Universitas Sains Malaysia (USIM) sebagai mitranya, karena memiliki visi yang sama.
USIM memiliki moto “berilmu, berdisiplin dan bertakwa” (knowledgeable, disciplined and pious). Visi mereka menjadi a premier Islamic Science higher education institution. Paradigma keilmuan mereka mengintegrasikan pengetahuan naqli (revealed knowledge) dengan pengetahuan akli (acquired knowledge), dan pengembangan ilmu yang didasarkan pada epistemologi tauhidik dengan nilai inti Al-Qawiyy Al – Amin (Trust, Consensus, Professional, Efficient and Global – Alamiyyah). Oleh karena itu tidak berlebihan mereka menyebut kampusnya sebagai kampus barakah.
Kesamaan visi, misi dan paradigma keilmuan antara UIN SGD Bandung dengan USIM membuka peluang bagi kedua kampus untuk menjalin kerja sama dalam berbagai bidang terutama dalam bidang akademik. Di antara bentuk kerja sama tersebut yaitu pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, pengabdian masyarakat, riset kolaboratif internasional, konferensi sains islam internasional dan pembentukan konsorsium sains Islam internasional.
Pembentukan konsorsium sains Islam internasional memerlukan keanggotaan yang tetap. Oleh karena itu UIN SGD Bandung sebagai leader institution berupaya terus mencari anggota, baik di dalam maupun di luar negeri. Delegasi UIN SGD Bandung dipimpin oleh Prof Rosihon Anwar (Wakil Rektor I) dan Dr Khoirudin (Kepala Biro Bidang Akademik).
Prof Rosihon mengatakan, UIN Bandung memiliki sejumlah unit yang akan menindaklanjuti kerja sama ini di antaranya Laboratorium Kalibrasi dan Halal (terakreditasi) serta Konsorsium Keilmuan yang berbasis pada paradigma wahyu memandu ilmu.
UIN SGD Bandung juga tengah merencanakan mendirikan Fakultas Kedokteran di samping telah hadir Fakultas Sains dan Teknologi. Mereka inilah yang akan mewujudkan seberapa besar pengaruh sains Islam (wahyu memandu ilmu) berhadapan dengan sains sekuler yang telah berpengaruh lebih dulu dalam peradaban ini.
Delegasi UIN SGD Bandung diterima oleh Dekan Institute Sains Islam USIM, Profesor Madya Mohammad Azman Hashim Ismail, di Bilik Mesyuarat USIM ‘Alamiyyah, Arras 1, Pusat Komersial USIM, Malaysia, Rabu (14/6/2023). Prof Azman mengatakan, paradigma keilmuan USIM dengan UIN SGD Bandung memiliki kesamaan. Hal ini memudahkan mewujudkan kerja sama di antara kedua universitas.
USIM memiliki dua program unggulan yakni sains Islam dan Halal Studies. Kedua program unggulan ini oleh USIM dibuatkan Lembaga khusus yakni institut sains Islam dan Institut Halal. Institut sains Islam bertugas menjadi hub atau penghubung atau pengintegrasi antara ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu non keislaman (umum) seperti ilmu hukum, fisika, kimia biologi dan teknologi. (sumber, humas UIN SGD)






