mediagempar.web.id- Covid-19 pandemi yang banyak mengakibatkan dampak besar bagi berbagai sektor, salah satunya sektor pendidikan. Ya, dunia pendidikan juga ikut serta merasakan dampak dan pahitnya dari ulah virus Covid-19.
Corona Virus Disease 19 (COVID-19) menjadi krisis terbesar yang terjadi pada generasi kita. memasuki bulan Nopember 2020 ini nasib dunia pendudikan tidak begitu maksinal
Banyak tindakan dan kebijakan darurat yang diterapkan oleh pemerintahan di berbagai Negara untuk memutus rantai penyebaran virus corona, termasuk pemerintah Indonesia. Salah satu kebijakan darurat yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia adalah dengan mengeluarkan arahan untuk merubah sistem pembelajaran di semua instansi pendidikan.
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan secara daring dari rumah sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Ini sesuai dengan Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disiase (Covid-19).
Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal computer (PC), laptop ataupun smartphone yang terhubung dengan koneksi jaringan internet. Yang menggunakan beberapa aplikasi yang berhubungan dengan komunikasi ataupun media sosial seperti WhatsApp (WA), Telegram, Instagram, aplikasi Zoom ataupun medialainnya yang menunjang pembelajaran jarak jauh.
Kemajuan teknologi internet di satu sisi telah memudahkan umat manusia untuk berinteraksi tanpa harus bertatap muka secara langsung. Dalam hal pemakaian internet, menurut riset platform manajemen media sosial Hoot Suite dan agensi marketing sosial We Are Social bertajuk Global Digital Reports 2020, sebanyak 175,4 juta atau hampir 64 persen bahkan lebih penduduk Indonesia sudah terkoneksi dengan jaringan internet.
Tak bisa dipungkiri, pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) juga harus terbawa seret menggunakan sistem belajar daring atau jarak jauh, jika dikaji seharusnya pada bidang studi tersebut sangat kurang efektif menggunakan pembelajaran secara daring, mengapa demikian? sebab, pendidikan agama Islam (PAI) sangat erat kaitannya dengan yang namanya “praktik”, ya, maksud kata praktik tersebut mencakup, praktik ibadah, praktik pembelajaran, dan praktik lainnya yang masih berhubungan dengan pendidikan agama Islam.
Tentu saya sebagai calon pendidik PAI sangat tidak puas terhadap praktik pembelajaran secara jauh, ada jarak yang cukup jauh antara pendidik dan murid. Positif dan Negatif Pembelajaran Secara Daring Pada masa pandemi hingga saat ini, kegiatan belajar mengajar ( KBM) berlangsung secara daring menggunakan sarana digital berupa ponsel android.
Ada sisi positif dan negatif pembelajaran seperti ini. Kreasi pembelajaran pun sangat diperlukan. “Dulu para guru, orang tua, dan anak-anak yang biasanya menggunakan gadget hanya untukbermain, sekarang digunakan untuk hal yang bermanfaat yakni belajar,”( *)






