Isra Mi’raj Peristiwa Luar Biasa Dalam Satu Malam

  • Whatsapp

Garut.mediagempar.web.id- Peringatan isra Miraj yang dihelat Pondok Pesantren Al- Munawwaroh Ciloa, Desa Limbangan Timur, Kecamatan BL.Limbangan, berjalan lancar, aman dan meriah dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan yang ketat. Demikian ungkap Ketua Panitia Peringatan Isra Miraj Abdulloh Nur Muhammad, Kamis (11/3/2021) malam, di Pondok pesantren tersebut.

 



” Peringatan Isra Miraj di Pondok Pesantren Al- Munawwaroh Ciloa kali ini menampilkan da’i kondang asal Kabupaten Subang KH. Abdul Mu’min yang populer dipanggil Abah Maung Subang,” ujarnya.

Menurut Kang Sega, begitu Abdulloh Nur Muhammad akrab disapa, yang mendorong (motivasi) mengundang Abah Maung Subang kesini, bukan saja secara ideologis sama-sama menganut paham Ahlu Sunnah Waljamaah, mampu membangkitkan giroh, atau semangat kesantrian, tapi juga telah lama terjalin hubungan emosional yang kuat.

Abah Maung Subang sendiri, demikian tandas Kang Sega, adalah Pimpinan pondok Pesantren Raudlatul Hasanah, Kota Subang.

Memang unik, kata Kang Sega lebih lanjut, dan beliau tergolong figur yang langka hingga disebut Kiai preman, sebab kebanyakan santri di pondok pesantren yang dipimpinnya itu tidak sedikit mantan preman yang betaubat.

” Beliau juga merupakan pembina beberapa OKP diantaranys Brigez XTC Undergroud,” ujarnya.

Memang jika melihat kesingnya Abah Maung Subang itu bak seorang Preman, humoris, namun karakter, prilaku dan ahlaknya itu benar- benar seorang santri tulen yang takdzim terhadap gurunya, juga sekaligus seorang Kiyai yang waro (hilim), tepo seliro (tasamuh) panutan yang ikhlas mengamalkan ilmunya. Dan keunggulan komperatif Abah piawai menyampaikan (dakwah) secara jenaka, hingga membuat betah berlama-lama mendengar dan menyimak setiap apa yang disampaikannya.

“Malam Isra Miraj menjadi suatu peristiwa luar biasa yang berada diluar nalar manusia biasa, sebab
dalam perjalanan ini Nabi Muhammad menempuh perjalanan yang sangat panjang hanya dalam satu malam,” ujar Abah Maung ketika mengawali tausiahnya dihadapan ratusan ratusan santri dan para tamu undangan lainnya.

Menurut Abah, hikmah yang dapat kita petik (ambil) dari peristiwa penting dan agung ini bagi umat islam, karena Nabi Muhammad mendapatkan perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.

“Rasulullah SAW mengalami peristiwa Isra Miraj setelah mendapatkan kesedihan yang luar biasa.
Nabi Muhammad SAW ditinggal wafat oleh orang-orang yang dicintainya,” ujarnya seraya mengatakan, Isra Miraj juga menjadi satu dari mukjizat Nabi Muhammad SAW.

Abah mengemukakan, etimologi, Isra’ demikian kata Abah adalah perjalanan malam, sedangkan Mi’raj adalah naik ke atas dengan tangga.

Yang dimaksud dengan peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad masih menurut Abah, adalah diperjalankannya Nabi Muhammad oleh Allah di malam hari dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Yerussalem).

Sedangkan Mi’raj, tandasnya, adalah dinaikkannya Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa menuju ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (suatu tempat ghaib yang tidak mungkin ditangkap oleh pancaindra).

“Apa yang terjadi pada diri Rasulullah SAW
adalah simbol bagi umatnya, bahwa hati adalah perkara yang paling penting untuk dirawat mengalahkan berbagai anggota lainnya,” terangnya.

Menyehatkan hati dan meriasnya kata Abah, jauh lebih penting dari pada merias wajah, dari pada bersolek tubuh, bahkan lebih penting dari pada mengasah otak.

Agar hati selalu terawat, imbuhnya, maka hendaknya umat Islam senantiasa menghindari empat perkara yakni riya’, ujub, takabbur, serta hasad. (Kang Baden).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *